post image
Foto: FL360aero
KOMENTAR

  Airbus A330-300 yang diperasikan SWISS dengan nomor penerbangan LX-147 terpaksa membatalkan take off di Bandara Internasional Delhi Indira Gandhi (DEL), Minggu malam, 26 April 2026. 

Data dari FlightRadar24 menunjukkan bahwa pesawat telah mencapai kecepatan hingga 104 knot sebelum lepas landas dibatalkan. Menurut The Times Of India, pesawat tersebut membawa 232 penumpang, bersama dengan 13 awak kabin.

Semua penumpang dan awak kabin berhasil dievakuasi dengan selamat. Simple Flying melaporkan, maskapai penerbangan telah mengkonfirmasi bahwa empat penumpang mengalami cedera, sementara seorang anggota awak kabin mengalami keseleo pergelangan kaki. Tim lokal sedang berupaya memberikan bantuan kepada penumpang lainnya, termasuk pemesanan ulang ke penerbangan lain dan penyediaan akomodasi hotel.

Landasan pacu 28 bandara ditutup karena insiden ini karena pesawat, bersama dengan kendaraan dan personel darurat, menghalangi landasan pacu. Namun, berdasarkan pergerakan lalu lintas yang terlihat di bandara di FlightRadar24, landasan pacu telah dibersihkan dan telah kembali beroperasi.

Simple Flying menghubungi SWISS untuk meminta komentar dan menerima tanggapan berikut:

“Semua penumpang telah dibantu dan didampingi oleh tim kami di lokasi. Kami telah mengakomodasi mereka di hotel dan memesankan ulang penerbangan alternatif untuk mereka. Kami dapat menemukan solusi individual bagi semua penumpang untuk melanjutkan perjalanan mereka dan tetap berhubungan dengan mereka. Kami menyadari bahwa insiden seperti ini menyebabkan ketidaknyamanan, mengganggu rencana perjalanan, dan juga dapat menimbulkan kekhawatiran. Kami sangat menyesalinya. Tim kami melakukan segala yang mereka bisa untuk selalu ada bagi penumpang kami dan mendukung mereka sebaik mungkin.”

Mengembalikan Penumpang ke Zurich

Selama insiden seperti ini, prioritas utama selalu memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat serta menerima perawatan yang diperlukan. Namun, maskapai juga akan segera mengerahkan tim untuk memfasilitasi cara alternatif bagi penumpang untuk sampai ke tujuan mereka. Penerbangan LX-147 menuju Bandara Zurich (ZRH), tetapi ada kemungkinan ada penumpang dalam penerbangan tersebut dengan rencana perjalanan selanjutnya yang terhubung ke tujuan lain.

Data rute menunjukkan bahwa antara Zurich dan Delhi, SWISS mengoperasikan dua layanan harian menggunakan A330, sementara Air India juga mengoperasikan empat penerbangan per minggu menggunakan Boeing 787-8 Dreamliner. Selain itu, SWISS juga mengoperasikan penerbangan harian ke kota Mumbai di India. 

Dengan demikian, tergantung pada ketersediaan dan kebutuhan pelanggan, maskapai akan memprioritaskan pemesanan ulang penumpang ke penerbangan ini. Selain itu, jika memungkinkan secara logistik, SWISS juga dapat mengandalkan anggota lain dari Lufthansa Group yang terbang ke India dan Star Alliance yang mengoperasikan penerbangan antara Eropa dan India untuk menyediakan konektivitas (tergantung pada kapasitas menit terakhir yang tersedia).

Sementara itu, pesawat akan menjalani inspeksi menyeluruh untuk mengevaluasi kerusakan yang dialami mesin dan potensi kerusakan lain yang mungkin disebabkan oleh kebakaran, atau pesawat melakukan pembatalan lepas landas pada kecepatan tinggi. 

Tergantung pada temuan tersebut, maskapai akan memutuskan tindakan terbaik untuk mengembalikan pesawat ke kondisi layak terbang. Ini berpotensi melibatkan teknisi dan bahkan suku cadang atau komponen yang diterbangkan ke India. Pada akhirnya, hanya waktu yang akan menentukan kapan pesawat akan kembali mengudara.

Apa Itu Pembatalan Lepas Landas Kecepatan Tinggi?

Mirip dengan pembatalan pendaratan dan melakukan go-around, lepas landas juga dapat dibatalkan karena sejumlah alasan terkait keselamatan. "Pembatalan Lepas Landas" (Rejected Take Off/RTO), seperti namanya, adalah proses di mana awak pesawat yang meluncur di landasan pacu memutuskan untuk mengerem dan tidak melanjutkan lepas landas, dan dapat dianggap sebagai "pembatalan kecepatan tinggi" jika pesawat telah melampaui kecepatan 80-100 knot.

Namun, tidak seperti melakukan go-around, yang dapat dilakukan bahkan setelah mendarat di landasan pacu, kemampuan untuk membatalkan lepas landas dibatasi oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor ini termasuk kecepatan pesawat (terutama V1) dan Jarak Hentian Akselerasi yang Tersedia (Acceleration Stop Distance Available/ASDA).

V1 dikenal sebagai kecepatan keputusan, yang berarti bahwa jika pesawat mencapai kecepatan V1 selama proses lepas landas, pilot harus berkomitmen untuk lepas landas (bahkan dalam kasus kegagalan mesin karena kecepatan keselamatan V2 akan memastikan gradien pendakian yang cukup dan kendali pesawat dapat dipertahankan), sedangkan ASDA adalah panjang landasan pacu yang tersedia dari titik dimulainya proses lepas landas, dan panjang landasan pacu yang tersisa, ditambah jalur berhenti tambahan yang ditentukan di ujung landasan pacu.


Maskapai Anyar dari Vietnam Ambil Alih Delapan A330 yang Pensiun di Era Covid

Sebelumnya

Rupiah Lemah sebagai Momentum: Memaksa Industri Pulang ke Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews