Ternyata Republik Islam Iran menggunakan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri untuk menyerang jet tempur F-35 AS. Sumber di pihak militer Iran kepada Kantor Berita Tasnim mengatakan bahwa Iran belum mengungkapkan beberapa teknologi militernya di bidang ofensif dan defensif, dan fakta ini telah membingungkan Amerika dan Israel.
“Penargetan F-35 Amerika, yang sebelumnya diperkenalkan Amerika Serikat kepada dunia sebagai kebanggaan teknologi militernya, dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara Iran,” lapor Kantor Berita Tasnim.
Dia menambahkan, dengan mempelajari sistem pertahanan udara di negara-negara maju di dunia, Amerika dan Israel mengira bahwa tidak ada pertahanan udara yang mampu menargetkan dan menyerang F-35; tetapi mereka terkejut oleh sistem pertahanan udara buatan dalam negeri Iran yang tidak diketahui.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, Iran akan mengungkapkan kemampuan barunya melawan musuh, dan setiap hari yang berlalu dalam perang yang dipaksakan ini akan menjadi penghinaan baru bagi musuh terlepas dari klaim teknologi mereka.
Sementara itu Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memuji serangan bersejarah terhadap jet tempur siluman F-35 dan menyatakan bahwa penghancuran simbol arogansi AS ini menandai runtuhnya tatanan dunia yang dipimpin Barat.
Dalam unggahan hari Jumat di akun X-nya, Qalibaf menekankan bahwa jet tersebut mewakili inti dari ilusi Washington tentang supremasi militer. “F-35 bukan hanya jet tempur, tetapi juga monumen bagi kehebatan dan kesombongan militer Amerika; simbol teologis, yang diklaim tak terlihat oleh mata siapa pun dan lebih unggul dari semua kekuatan,” tulisnya sebelum mengutip surat 10:48 dalam Al Quran yang berarti: “Namun, ‘Tangan Allah berada di atas tangan mereka’.”
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengkonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara modern dan canggihnya berhasil menetralisir pesawat siluman generasi kelima di wilayah udara Iran tengah pada pukul 02.50 waktu setempat pada hari Kamis.
Ketua Parlemen mencatat bahwa mitos teknologi siluman Amerika telah hancur. “Simbol ini telah dihancurkan untuk pertama kalinya di dunia; ‘dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, melainkan Allah yang melempar,’ (Al-Qur'an, 8:17)” tulisnya, dilansir Press TV.
“Ini adalah momen runtuhnya seluruh tatanan,” tambah Qalibaf. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah berhasil menghantam jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara tengah Iran.



KOMENTAR ANDA