Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat mengerahkan helikopter tempur untuk menenggelamkan enam kapal serbu kecil milik Iran di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026.
Langkah agresif ini diambil setelah kapal-kapal tersebut dilaporkan mengancam jalur pelayaran komersial internasional.
Laksamana Brad Cooper, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), mengonfirmasi bahwa operasi tersebut melibatkan helikopter MH-60S Sea Hawk milik Angkatan Laut dan AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS.
“Kami memiliki kekuatan dan kemampuan tempur yang besar di sekitar selat, termasuk helikopter Apache dan Seahawk yang baru saja pagi ini melumpuhkan enam kapal kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial,” ujar Laksamana Cooper kepada media.
Serangan helikopter ini merupakan respons balasan setelah pihak Iran meluncurkan serangkaian serangan terkoordinasi menggunakan rudal jelajah (cruise missiles), drone tempur, dan kapal serbu cepat.
Meskipun mendapat serangan gencar, Cooper menegaskan bahwa tidak ada kapal militer maupun komersial AS yang berhasil terkena tembakan Iran. "Kami mempertahankan diri dan tetap berkomitmen melindungi kapal-kapal komersial tersebut," tambahnya.
Inisiatif "Project Freedom"
Insiden berdarah ini terjadi hanya berselang satu hari setelah Presiden Donald Trump meluncurkan inisiatif baru bernama "Project Freedom". Program ini dirancang untuk menciptakan "payung pertahanan" multi-domain guna menjamin keamanan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
CENTCOM melaporkan bahwa mereka telah menghubungi puluhan perusahaan pelayaran untuk mendorong arus lalu lintas melalui koridor perdagangan yang sempit tersebut. Menurut Cooper, pergerakan kapal komersial sudah mulai terlihat kembali di bawah perlindungan militer AS.
Pihak Iran sendiri telah memberikan peringatan keras terhadap upaya paksa pembukaan jalur navigasi di Selat Hormuz. Laksamana Cooper menuding Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berada di balik serangan yang mencoba mengganggu operasional Project Freedom tersebut.
Menanggapi situasi ini, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan tegas saat diwawancarai oleh Fox News. Trump memperingatkan bahwa Iran akan "dilenyapkan dari muka bumi" jika mereka berani menargetkan kapal-kapal Amerika Serikat.
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai total korban jiwa dari pihak Iran, namun kedua jenis helikopter AS yang terlibat dilaporkan terlihat membawa rudal AGM-114 Hellfire selama menjalankan misi patroli bersenjata di wilayah tersebut.




KOMENTAR ANDA