post image
Foto: @GuyPlopsky
KOMENTAR

Kementerian Pertahanan Rusia (RuMoD) melaporkan bahwa pesawat pengebom strategis Tu-95MS Bear melakukan penerbangan terencana di atas perairan netral Laut Barents dan Laut Norwegia pada 30 April 2026.

Hal yang menarik perhatian adalah kemunculan langka rudal jelajah Kh-101 yang terpasang pada salah satu pesawat tersebut.

Penerbangan yang berlangsung selama lebih dari tujuh jam ini melibatkan dua unit Tu-95MS, setidaknya satu jet tempur pengawal Su-30SM2, dan pesawat tanker Ilyushin Il-78M untuk pengisian bahan bakar di udara.

Penampakan Rudal Jelajah Kh-101

Berdasarkan rekaman video yang dirilis pihak Rusia, salah satu Tu-95 terlihat membawa rudal jelajah Air-Launched Cruise Missile (ALCM) Kh-101 pada unit ejeksi AKU-5M di bawah sayap kirinya. Analis penerbangan militer, Guy Plopsky, menilai bahwa rudal tersebut kemungkinan merupakan versi inert atau captive-carry yang digunakan untuk tujuan uji coba atau pelatihan, bukan rudal aktif untuk serangan.

Kh-101 sendiri merupakan salah satu rudal permukaan udara tercanggih Rusia dengan jangkauan operasional yang dilaporkan mencapai 2.800 km. Kejadian serupa sebelumnya pernah dilaporkan terjadi di wilayah yang sama pada Mei 2025.

Pengawalan dan Intersepsi NATO

Dalam pernyataannya, Rusia menyebutkan bahwa di beberapa titik rute penerbangan, pesawat mereka "didampingi oleh jet tempur negara asing." Meskipun Rusia tidak merilis visual pesawat asing tersebut, jet tempur tersebut diduga kuat milik NATO yang melakukan prosedur intersepsi rutin.

Di saat yang hampir bersamaan, ketegangan juga terjadi di wilayah Baltik. Angkatan Udara Prancis, yang tergabung dalam misi Baltic Air Policing NATO di Lithuania, melaporkan telah mencegat dua pesawat pengebom tempur Su-24MR Rusia yang masuk ke wilayah udara Baltik tanpa rencana penerbangan resmi. Pesawat Su-24 tersebut dilaporkan membawa bom seri RBK dan OFAB.

Signifikansi Militer dan Politik

Para ahli menilai manuver ini memiliki dua dimensi utama:

  1. Uji Coba Militer: Rusia kemungkinan sedang melakukan uji jalan bagi varian terbaru rudal Kh-101, yang dalam konflik Ukraina telah berkembang memiliki fitur canggih seperti hulu ledak ganda dan sistem pengecoh (decoy).
  2. Pesan Pencegahan (Deterrence): Penerbangan dengan membawa persenjataan strategis di dekat wilayah NATO dianggap sebagai bentuk unjuk kekuatan di tengah tensi hubungan Rusia dengan Barat yang tetap tinggi.

Pihak Rusia menegaskan bahwa seluruh penerbangan dilakukan sesuai dengan aturan internasional penggunaan ruang udara di atas perairan netral. Hingga berita ini diturunkan, Komando Udara NATO maupun angkatan udara negara-negara Skandinavia (Norwegia, Swedia, Finlandia) belum merilis informasi detail mengenai intersepsi khusus terhadap Tu-95 tersebut.


Produksi Massal T-7A Red Hawk Dimulai untuk Gantikan T-38 Talon

Sebelumnya

P-8A Poseidon Increment 3 Block 2 Capai Kemampuan Operasional Awal

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer