Persaingan abadi antara dua raksasa dirgantara dunia, Boeing dan Airbus, mencapai babak baru pada tahun 2025. Meski Airbus sempat memimpin di sektor pesawat lorong tunggal (narrowbody), Boeing berhasil membalikkan keadaan dan mengungguli total pesanan berkat dominasi kuat di sektor pesawat berbadan lebar (widebody).
Hingga akhir tahun 2025, Boeing mencatatkan total 985 pesanan pesawat komersial, melampaui Airbus yang memperoleh 802 pesanan.
Narrowbody: Dominasi A321neo
Di pasar pesawat jarak pendek-menengah, Airbus masih memegang kendali. Keluarga A320neo berhasil membukukan 504 pesanan, mengalahkan Boeing 737 MAX yang meraih 461 pesanan.
Bintang utama dalam kategori ini adalah A321neo. Dengan efisiensi bahan bakar dan fleksibilitas operasionalnya, varian ini terus menjadi pesawat paling dicari dalam sejarah penerbangan. Sementara itu, di segmen pesawat kecil, Airbus juga mencatatkan 40 pesanan untuk seri A220 dari LOT Polish Airlines, meskipun program ini masih berjuang melawan isu biaya produksi dan keandalan mesin.
Widebody: Dreamliner Menjadi Penyelamat
Kemenangan telak Boeing terjadi di pasar pesawat berbadan lebar. Pesawat 787 Dreamliner mencetak angka penjualan fantastis sebanyak 351 unit, tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan kompetitor langsungnya, Airbus A330neo yang terjual 96 unit. Varian 787-9 mengukuhkan diri sebagai pesawat widebody terpopuler saat ini.
Di segmen pesawat jet besar, persaingan jauh lebih ketat di mana Boeing 777X & 777F mendapatkan 173 pesanan, sementara Airbus A350 mendapatkan 162 pesanan.
Varian 777X milik Boeing mulai mendapatkan momentum besar dari maskapai-maskapai raksasa seperti Emirates, British Airways, dan Qatar Airways. Di sisi lain, Airbus A350-1000 mulai naik daun sebagai pengganti armada tua Boeing 777-300ER, meski belum mampu melampaui total volume pesanan Boeing
Pesanan Tahun 2025
Airbus
Narrowbody 544 unit
Widebody 258 unit
Total 802 unit
Boeing
Narrowbody 461 unit
Widebody 524 unit
Total 985 unit
Analisis Pasar
Keberhasilan Boeing pada tahun 2025 disebut tidak lepas dari strategi pemasaran yang agresif. Sementara itu, Airbus A330neo menunjukkan performa yang cukup solid sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan cepat tersedia bagi maskapai yang menghindari antrean panjang produksi Boeing 787.
Meski Airbus masih unggul dalam volume pesawat lorong tunggal berkat kesuksesan fenomenal A321neo, dominasi Boeing di segmen jarak jauh memastikan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut keluar sebagai pemimpin pasar berdasarkan jumlah pesanan di tahun 2025.




KOMENTAR ANDA