post image
P-8A Poseidon Increment 3 Block 2
KOMENTAR

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi menyatakan bahwa sistem P-8A Poseidon Increment 3 Block 2 (Inc 3 Blk 2) telah mencapai Kemampuan Operasional Awal atau Initial Operational Capability (IOC). Pencapaian ini menandai lompatan besar dalam kemampuan intelijen, pengawasan, dan peperangan kapal selam global.

Pengumuman ini dilakukan setelah serangkaian pengujian ketat oleh Skuadron Evaluasi dan Uji Udara Satu (VX-1) dengan dukungan dari Kantor Program Pesawat Patroli Maritim dan Pengintaian (PMA-290).

Laksamana Muda Michael Wosje, Direktur Peperangan Udara (OPNAV N98), menyatakan bahwa modifikasi ini memperkuat kemampuan Maritime Intelligence, Surveillance, Reconnaissance, and Targeting (ISR&T) yang menjadi "mata" bagi armada tempur.

"Kami menghadirkan P-8A Inc 3 Blk 2 sebagai platform kelas atas yang terhubung dalam jaringan dan cepat beradaptasi," ujar Wosje. Ia menambahkan bahwa peningkatan ini menggeser paradigma dari sekadar fokus pada platform menjadi sebuah sistem peperangan yang utuh.

Peningkatan Teknis dan Sensor Mutakhir

Modifikasi Increment 3 Block 2 mencakup pembaruan besar pada struktur pesawat dan sistem elektronik, di antaranya:

  • Sistem Tempur Baru: Pemrosesan komputer yang lebih cepat dan arsitektur keamanan yang lebih tinggi.
  • Komunikasi Satelit Wideband: Memungkinkan pembagian data besar secara real-time.
  • Sistem Sonar Canggih: Mampu melacak suara ledakan yang dipantulkan dari kapal selam.
  • Sistem Manajemen Jejak (Track Management): Menggabungkan dan memprioritaskan data dari berbagai sensor ke dalam satu tampilan terpadu.
  • Kemampuan SIGINT: Penambahan kemampuan intelijen sinyal serta muatan (payload) yang serupa dengan drone MQ-4C Triton.

Senjata Pemungkas di Lautan

Sebagai satu-satunya platform antikapal selam (ASW) spektrum penuh jarak jauh milik Departemen Pertahanan AS, P-8A Poseidon juga dibekali kemampuan serang permukaan yang mematikan. Pesawat ini dapat membawa empat rudal AGM-84 Harpoon dan saat ini sedang dalam proses integrasi dengan rudal anti-kapal jarak jauh AGM-184C LRASM.

Peningkatan ini juga diyakini akan memaksimalkan penggunaan sensor radar canggih AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor (AAS), yang memungkinkan pengawasan area luas baik di daratan maupun lautan dengan presisi tinggi.

Kapten Erik Thomas, manajer program PMA-290, menekankan bahwa kehadiran P-8A versi terbaru ini sangat tepat waktu di tengah berkembangnya ancaman global saat ini.

"Poseidon adalah landasan kekuatan patroli maritim global. Kemampuan yang ditingkatkan ini memastikan kami tetap siap untuk pertempuran saat ini maupun di masa depan," pungkasnya.

Modifikasi ini sendiri dilakukan di fasilitas Boeing di Bandara Cecil, Jacksonville, Florida, dan merupakan bagian dari strategi akuisisi bertahap untuk menjaga P-8A tetap relevan dan mematikan hingga beberapa dekade mendatang.


Produksi Massal T-7A Red Hawk Dimulai untuk Gantikan T-38 Talon

Sebelumnya

Israel Perkuat Kekuatan Udara, Tanker KC-46 “Gideon” Diterbangkan Perdana

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer