post image
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan 

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Paus“ adalah homonim  karena memiliki dua makna berbeda berdasarkan konteks penggunaannya.

Pemaknaan KBBI terhadap kata paus adalah sebagai berikut: paus1: Hewan mamalia laut berukuran besar (sering disebut ikan paus/lodan)/paus2: Pemimpin tertinggi agama Katolik (berkedudukan di Roma/Vatikan).

Bingungomologi antara kata “paus“ dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada mamalia laut yang sebenarnya bukan ikan, dengan “paus“ yang merujuk pada pimpinan tertinggi Katolik (Pope dalam bahasa Inggris, yang berasal dari bahasa Latin “papa”).

Juga perlu dipertanyakan kenapa KBBI tega meletakkan pemaknaan hewan di depan pemimpin tertinggi agama.

Satu di antara sekian banyak tafsir etimologis dalam bahasa Indonesia adalah kata “paus” merujuk pada mamalia laut sebenarnya berasal dari bahasa Melayu “paus”, yang konon  dipinjam dari bahasa Portugis “baleia“ (yang juga berarti whale).

Sedangkan kata “paus” yang merujuk pada pimpinan tertinggi Katolik berasal dari bahasa Latin “papa”, yang kemudian dipinjam ke dalam bahasa Indonesia melalui bahasa Portugis “papa”. Meski kurang jelas apa hubungan papa maupun pope dengan “paus”.

Jadi, meskipun kata-katanya sama, mereka memiliki asal-usul yang berbeda dan merujuk pada hal yang berbeda pula. Kata “paus“ dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada mamalia laut tidak memiliki hubungan langsung dengan kata “baleia” dalam bahasa Portugis atau “whale” dalam bahasa Inggris. 

Kata “paus” dalam bahasa Indonesia kemungkinan besar berasal dari bahasa Melayu “paus”, yang merupakan kata asli Austronesia. Dalam bahasa Melayu, kata “paus” telah digunakan untuk merujuk pada mamalia laut sejak zaman kuno.

Di sisi lain, kata “Paus” dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada pimpinan tertinggi agama Katolik tidak memiliki hubungan semantik atau lafal yang jelas dengan kata “Pope” dalam bahasa Inggris atau “Papa“ dalam bahasa Latin, kecuali memang ketiganya berawal dengan huruf P.

Sebenarnya, kata “Paus” dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada pimpinan tertinggi agama Katolik kemungkinan besar dipinjam langsung dari bahasa Belanda “de Paus”, yang dipinjam dari bahasa Latin “Papa” melalui bahasa Portugis “Papa”.

Jadi, hubungan antara “Paus” dan “Pope” atau “Papa” lebih karena proses pinjaman bahasa daripada hubungan semantik atau lafal yang langsung. Namun asumsi bahwa kata Belanda “de Paus” terkait kata Latin “Papa” atau kata Inggris “Pope” juga terkesan tidak logis.

Ketimbang secara bingungomologis, terus-menerus dibingungkan oleh aneka ragam teori semantika yang saling simpang-siur sehingga saling bertabrakan satu dengan lain-lainnya, maka saya pribadi mengambil keputusan untuk tidak melibatkan diri ke dalam kemelut perbedaan tafsir.

Saya memutuskan untuk memisahkan Paus dari  Paus dengan tetap menggunakan PAUS sebagai sebutan untuk mammalia laut yang ukurannya besar sementara untuk pemimpin tertinggi agama Katolik saya menggunakan gelar SRI PAUS. Amin!


Tentang Plasebo

Sebelumnya

Belajar dari Kasus Nadiem

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jaya Suprana