Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Venezuela atas gempa bumi yang melanda negara Amerika Selatan tersebut.
Pesan duka itu disampaikan langsung saat menemui Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio Acuna Mendoza, di Kedutaan Besar Venezuela, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Teguh mengatakan, sebagai negara yang memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana alam, Indonesia turut merasakan kesedihan yang dialami rakyat Venezuela.
“Kesedihan yang dirasakan rakyat Venezuela juga menjadi duka bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap rakyat Venezuela diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Teguh.
Selain menyampaikan belasungkawa, Dr. Teguh Santosa dan Dubes Enrique turut berdiskusi mengenai perkembangan terkini di wilayah terdampak gempa.
Pembahasan mencakup kondisi para korban serta berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam proses evakuasi dan penanganan darurat.
Sementara itu, Dubes Enrique, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan serta ucapan duka cita dari Dr. Teguh Santosa.
Dukungan moral dari sahabat internasional seperti Indonesia diakui menjadi suntikan kekuatan tersendiri bagi pemerintah dan rakyat Venezuela yang sedang berduka.
Enrique juga memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi tim penyelamat di lapangan, mulai dari keterbatasan logistik hingga sulitnya menjangkau sejumlah lokasi terdampak.
Meski demikian, pemerintah Venezuela terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan korban, serta pemulihan wilayah yang terdampak gempa.
Pertemuan ini diakhiri dengan harapan bersama agar situasi di Venezuela dapat segera membaik dan proses rekonstruksi wilayah pesisir utara bisa segera dimulai.
Solidaritas yang ditunjukkan oleh institusi seperti GREAT Institute dan kementerian terkait diharapkan dapat memantik gelombang kepedulian kemanusiaan yang lebih luas dari masyarakat Indonesia.
Gempa 7,5 magnitudo yang mengguncang kawasan pesisir utara Venezuela pada 24 Juni lalu menyebabkan 2.500 orang tewas.
Tim penyelamat hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.




KOMENTAR ANDA