post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebuah insiden menegangkan terjadi di udara ketika seorang penumpang pesawat United Express melakukan aksi nekat dengan mencoba membuka pintu kabin dan menghubungi layanan darurat 911 di tengah proses lepas landas.

Tindakan agresif pria tersebut memaksa kru pesawat untuk segera memutar balik dan melakukan pendaratan darurat demi keselamatan seluruh penumpang.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 30 Juni, dalam penerbangan UA 3989 yang dioperasikan oleh Mesa Airlines menggunakan pesawat regional Embraer E175. Penerbangan tersebut dijadwalkan melakukan perjalanan domestik dari Bandara Internasional Indianapolis (IND) menuju Bandara Interkontinental George Bush di Houston (IAH).

Berdasarkan laporan saksi dan rekaman yang dihimpun, pria berusia 32 tahun tersebut tiba-tiba menjadi sangat gelisah saat pesawat sedang melakukan akselerasi di landasan pacu. Di tengah kepanikan tersebut, ia nekat menelepon nomor darurat 911 dari dalam ponselnya, berteriak bahwa dirinya sedang dalam bahaya, dan berulang kali berteriak, "Hentikan pesawatnya!"

Tak berhenti di situ, sesaat setelah pesawat berhasil mengudara dan mulai menanjak, pria tersebut melepaskan sabuk pengamannya. Ia langsung berlari ke arah depan menuju dek penerbangan (kokpit) dan mulai melakukan tindakan berbahaya dengan mencoba mendobrak serta membuka pintu kabin pesawat secara paksa.

Menghadapi situasi kritis tersebut, pilot segera menghubungi menara pengawas lalu lintas udara untuk melaporkan kondisi darurat di dalam kabin. Dalam komunikasi radio, pilot menyatakan bahwa mereka menghadapi seorang penumpang agresif yang berusaha membuka pintu kabin, sehingga mereka harus segera kembali ke bandara asal.

Beruntung, aksi berbahaya pria tersebut berhasil digagalkan sebelum situasi semakin memburuk. Sejumlah penumpang lain yang berada di dekatnya dengan sigap langsung bergerak untuk meringkus, memegangi, dan menahan pria tersebut di kursinya hingga pesawat mendarat.

Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Indianapolis hanya 15 menit setelah lepas landas. Begitu pesawat merapat di gerbang kedatangan, petugas kepolisian bandara yang sudah bersiaga langsung masuk ke dalam kabin untuk mengamankan dan membawa pelaku keluar dari pesawat.

Akibat insiden luar biasa ini, jadwal penerbangan menuju Houston terpaksa tertunda selama kurang lebih 90 menit. Waktu tersebut digunakan oleh kru untuk memastikan kondisi pesawat aman dan melakukan pemeriksaan psikologis singkat terhadap penumpang lain yang sempat syok sebelum akhirnya terbang kembali.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dirilis belakangan, pelaku berdalih bahwa aksinya menerobos ke depan adalah untuk menarik perhatian pilot agar membatalkan penerbangan. Penumpang yang duduk di sebelahnya memberikan kesaksian bahwa pelaku sempat mengonsumsi alkohol sebelum naik ke pesawat dan mengaku memiliki riwayat gangguan kecemasan serta depresi.

Kini, pria tersebut ditahan dan didakwa atas pasal berlapis, termasuk melawan petugas penegak hukum dan mengganggu operasi penerbangan yang membahayakan publik. Kasus ini juga menarik perhatian serius dari Otoritas Penerbangan Federal (FAA) yang mencatat telah terjadi lebih dari 830 kasus penumpang bermasalah sepanjang tahun 2026 ini.


Pilot Terbangkan Cessna Skylane 6 Jam untuk Lukis “USA 250th”

Sebelumnya

Pasca Insiden CITIC Tower Tiongkok Larang General Aviation Tanpa Batas Waktu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews