Gubernur New York, Kathy Hochul, mengonfirmasi pada hari Senin, 11 Mei 2026, bahwa tiga penumpang dari kapal pesiar yang terinfeksi hantavirus merupakan warga New York. Identitas ketiga warga tersebut mencakup satu penduduk Kota New York, satu warga Orange County, dan satu warga Westchester County.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum bisa memastikan apakah ketiga individu tersebut akan kembali ke New York untuk menjalani masa karantina atau tetap berada di lokasi pemantauan saat ini.
Pemantauan Ketat di Nebraska dan Atlanta
Saat ini, sebanyak 16 penumpang warga Amerika Serikat telah tiba di University of Nebraska Medical Center. Dari jumlah tersebut, 15 orang berada di unit karantina, sementara satu orang lainnya harus ditempatkan di unit biokontainer untuk perawatan intensif. Selain itu, dua penumpang lainnya telah diterbangkan ke Atlanta guna menjalani penilaian dan perawatan lebih lanjut.
"Terdapat periode pemantauan selama 42 hari. Mereka dapat memutuskan apakah ingin menjalaninya di Nebraska atau kembali dan membuat pengaturan karantina lainnya," ujar Gubernur Hochul.
Imbauan Agar Tidak Panik
Meskipun situasi ini terdengar mengkhawatirkan, Gubernur Hochul menekankan bahwa cara penularan hantavirus berbeda dengan virus corona (COVID-19). Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Kami terus memantau situasi ini secara intensif. Mengingat New York adalah wilayah dengan populasi yang padat, saya harus melakukan langkah bertanggung jawab dengan mempersiapkan segala sesuatunya secara proaktif," tambahnya.
Penularan Lewat Jalur Udara dan Risiko Virus
Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah pejabat di New Jersey melaporkan pemantauan terhadap dua warga setempat yang berpotensi terpapar hantavirus saat melakukan perjalanan udara di luar negeri. Kedua orang tersebut diketahui berada dalam satu pesawat dengan orang yang sebelumnya turun dari kapal pesiar MV Hondius.
Hal penting yang perlu diketahui mengenai wabah ini:
Strain Andes: Strain hantavirus yang ditemukan (Andes) dapat menular antarmanusia.
Tanpa Vaksin: Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun obat untuk virus ini.
Korban Jiwa: Sejauh ini, tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia akibat wabah yang terkait dengan kapal tersebut.
Risiko Publik: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa risiko terhadap masyarakat umum saat ini masih tergolong rendah.![]()




KOMENTAR ANDA