post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Northrop Grumman B-21 Raider saat ini tengah menjalani rangkaian pengujian ekstensif di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California. Pengujian intensif yang dilakukan oleh Sayap Uji ke-412 ini telah mengalami peningkatan tempo yang signifikan sejak tahun 2025.

Sebuah foto terbaru yang diambil selama penerbangan uji coba mengungkapkan desain unik pada permukaan kontrol B-21 yang berfungsi sebagai rem udara (speed brake). Berbeda dengan pesawat tempur konvensional, B-21 tidak memiliki sistem rem udara eksternal tradisional yang menonjol.

Penggunaan rem udara tradisional biasanya dihindari pada pesawat siluman karena dapat meningkatkan hambatan (drag) dan penampang radar (radar cross-section). Sebagai gantinya, B-21 mengintegrasikan fungsi pengereman ke dalam permukaan kontrol penerbangan yang sudah ada.

Metode inovatif ini memungkinkan B-21 untuk mengelola kecepatan dengan lebih efektif selama fase pendekatan, pengisian bahan bakar di udara, atau penurunan ketinggian. Pendekatan ini menjaga stabilitas pesawat sekaligus mempertahankan karakteristik siluman yang krusial.

Sejak penerbangan publik pertamanya pada November 2023, program B-21 telah melampaui berbagai tonggak pengujian penting. Salah satu pencapaian terbaru adalah keberhasilan dalam misi pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat tanker Boeing KC-135.

Data menunjukkan progres yang sangat cepat, di mana Raider mampu menyelesaikan fase uji coba 180 hari hanya dalam waktu 73 hari. Efisiensi ini menjadi indikator kuat tingginya kematangan perangkat lunak dan integrasi sistem yang dicapai sebelum tahap pengujian dimulai.

Menanggapi kemajuan ini, Angkatan Udara AS dan Northrop Grumman telah sepakat untuk mempercepat kapasitas produksi sebesar 25 persen. Langkah ini diambil untuk memastikan kemampuan operasional segera tersedia bagi para komandan tempur dalam menghadapi ancaman global yang terus berkembang.

Ekosistem pendukung B-21 melibatkan jaringan luas yang terdiri dari 8.000 personel dan lebih dari 400 pemasok di 40 negara bagian. Investasi sebesar $5 miliar dalam infrastruktur teknik digital menunjukkan komitmen jangka panjang untuk produksi dan modernisasi pesawat ini.

Sebagai pengganti masa depan bagi B-1B Lancer dan B-2 Spirit, Raider dirancang untuk menjalankan misi serangan presisi konvensional maupun nuklir. Kemampuannya untuk menembus pertahanan musuh menjadikannya aset vital dalam strategi pencegahan nuklir Amerika Serikat.

Kehadiran B-21 dipandang sangat penting di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar. Dengan kombinasi teknologi siluman, jangkauan jauh, dan fleksibilitas operasional, Raider akan memperkuat postur pertahanan AS untuk beberapa dekade mendatang.


ISS akan Pensiun, Ambisi China di Orbit Bumi Jadi Lumpuh

Sebelumnya

Prabowo Perintahkan Cetak SDM Unggul untuk Percepat Industrialisasi Nasional

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tech