post image
Kepala BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia memberikan keterangan pers terkait Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di kantor Kemenhan, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.
KOMENTAR

Di tengah banyaknya model bisnis ritel itu, pendidikan calon manajer KDMP menjadi sesuatu yang unik. Barangkali satu-satunya di dunia, calon manajer toko kelontong harus lebih dulu mengikuti latihan dasar militer.

Oleh: Joko Intarto, Wartawan Senior 

SUNGGUH sulit mencari kerja di zaman ini. Sampai-sampai, untuk menjadi manajer toko kelontong harus lulus latihan dasar militer (latsarmil) pun dilakoni.

Puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kini sedang menjalani pendidikan tersebut. Namun, lima di antaranya bernasib tragis. Mereka meninggal dunia ketika masih mengikuti rangkaian latsarmil.

Di Indonesia, sebenarnya sudah banyak jaringan ritel modern yang sukses mengelola ribuan toko. Sebut saja Alfamart dan Indomaret. Belakangan muncul pemain baru, O! Save, yang juga agresif memperluas jaringan.

Yang tradisional pun tak kalah hebat. Ada Toko Madura yang berkembang secara organik dan kini menjamur di berbagai kota. Konon, jam bukanya sampai 36 jam sehari.

Di tengah banyaknya model bisnis ritel itu, pendidikan calon manajer KDMP menjadi sesuatu yang unik. Barangkali satu-satunya di dunia, calon manajer toko kelontong harus lebih dulu mengikuti latihan dasar militer.

Dari foto-foto yang beredar, para peserta tampak menjalani berbagai kegiatan khas pendidikan militer, mulai dari baris-berbaris, latihan fisik, senam, menyanyikan yel-yel, hingga latihan menembak.

Sejumlah dokumentasi juga memperlihatkan adanya latihan lapangan dengan teknik kamuflase.

Pemerintah menjelaskan bahwa tujuan latsarmil adalah membentuk disiplin, ketahanan mental, jiwa kepemimpinan, serta menanamkan rasa nasionalisme kepada para calon manajer KDMP.

Pemerintah juga menegaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya latihan dasar militer. Para peserta tetap mendapatkan pembekalan mengenai manajemen koperasi, pengelolaan usaha, kewirausahaan, serta berbagai keterampilan yang berkaitan dengan operasional toko.

Pertanyaannya, apakah pendidikan bergaya militer memang merupakan bekal yang paling relevan bagi seseorang yang kelak akan mengelola toko kelontong?

Pertanyaan itu menjadi semakin penting untuk dijawab setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Daftar Meninggal Dunia

Sampai informasi terbaru 27 Juni 2026, terdapat lima peserta Program SPPI calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar. Daftar namanya yang saya kutip dari Tirto.id adalah:

Yonanda Muhammad Taufiq
Lokasi: Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan.
Keterangan resmi: henti jantung (cardiac arrest).

Anisa Muyassaroh
Lokasi: Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.
Keterangan resmi: heat stroke (sengatan panas).

Novia Rahmadhani Sitohang
Lokasi: Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Keterangan resmi: memiliki riwayat tuberkulosis (TB) yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
Kemhan mengonfirmasi sebagai peserta keempat yang meninggal. Rincian penyebab dan lokasi belum dijelaskan selengkap tiga kasus sebelumnya.
Nola Diasari
Lokasi: Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan.

Sempat mengalami sesak napas, demam, kemudian henti jantung saat dirawat di rumah sakit. Kemhan menyatakan penyebab pastinya masih dievaluasi.

Nama-nama di atas merupakan identitas korban yang telah diumumkan secara resmi atau dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan. Sementara itu, penyebab pasti kematian masing-masing masih menjadi bagian dari evaluasi dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Entah siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Belum ada kejelasan. Mungkin kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang.


Mengapa B-21 Dapat Mengungguli Pesaing-pesainganya

Sebelumnya

Armada RQ-4B Global Hawk dari Guam Dipindahkan Permanen ke Yokota

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer