post image
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto
KOMENTAR

Namun di balik panggung, lingkaran Solo pasti tak akan tinggal diam. Jokowi sadar betul pengaruhnya tergerus. Dia bahkan sudah melakukan serangkaian kuda-kuda dan antisipasi. Penguatan simpul relawan. Pemantapan posisi di partai politik pendukung seperti PSI. Juga penggalangan konsolidasi dengan jaringan bisnis pendukung. Semua itu adalah langkah-langkah bertahan sekaligus menyerang yang paling logis.

Ibarat permainan catur tingkat tinggi, Solo diprediksi akan terus mengoptimalkan leverage dan jaringan infrastruktur relawan. Dengan begitu Jokowi bisa memastikan Gibran tidak benar-benar dikunci. 

Pertarungan pengaruh ini tidak akan berujung pada ledakan konflik terbuka. Pasalnya, kedua belah pihak sama-sama butuh menjaga stabilitas publik. Pertarungan mereka hanya akan terlihat dalam wujud cold war (perang dingin). Politik yang halus. Senyap. Namun sangat menentukan arah kompromi-kompromi kebijakan di masa mendatang.

Panggung politik nasional kini resmi memasuki babak baru. Dan di babak ini, Prabowo sudah mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Lepas dari bayang-bayang, apalagi cengkraman, Jokowi. Setidaknya, begitulah harapan rakyat. Semoga...!


Algo Sapiens, Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

Sebelumnya

PPAU Luncurkan Program “Bincang Buku” Bulanan untuk Perkuat Tradisi Literasi Antargenerasi TNI AU

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional