Namun di balik panggung, lingkaran Solo pasti tak akan tinggal diam. Jokowi sadar betul pengaruhnya tergerus. Dia bahkan sudah melakukan serangkaian kuda-kuda dan antisipasi. Penguatan simpul relawan. Pemantapan posisi di partai politik pendukung seperti PSI. Juga penggalangan konsolidasi dengan jaringan bisnis pendukung. Semua itu adalah langkah-langkah bertahan sekaligus menyerang yang paling logis.
Ibarat permainan catur tingkat tinggi, Solo diprediksi akan terus mengoptimalkan leverage dan jaringan infrastruktur relawan. Dengan begitu Jokowi bisa memastikan Gibran tidak benar-benar dikunci.
Pertarungan pengaruh ini tidak akan berujung pada ledakan konflik terbuka. Pasalnya, kedua belah pihak sama-sama butuh menjaga stabilitas publik. Pertarungan mereka hanya akan terlihat dalam wujud cold war (perang dingin). Politik yang halus. Senyap. Namun sangat menentukan arah kompromi-kompromi kebijakan di masa mendatang.
Panggung politik nasional kini resmi memasuki babak baru. Dan di babak ini, Prabowo sudah mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Lepas dari bayang-bayang, apalagi cengkraman, Jokowi. Setidaknya, begitulah harapan rakyat. Semoga...!



KOMENTAR ANDA