post image
Presiden Prabowo Subianto memanggil khusus Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono, Minggu, 4 Juli 2026.
KOMENTAR

Bakom juga perlu menyiapkan ringkasan isu untuk Presiden dan kementerian: pertanyaan yang berkembang, fakta yang tersedia, informasi yang masih diperiksa, serta tindakan yang diperlukan. Ketika fakta belum lengkap, pemerintah dapat menyatakan pemeriksaan sedang berlangsung dan menyebut jadwal pembaruan.

Bahasa pemerintah harus dekat dengan kenyataan. Keterlambatan disebut keterlambatan. Target yang meleset dijelaskan penyebabnya. Kebijakan tersedia dalam penjelasan singkat dan dokumen lengkap agar masyarakat dapat memahami pokoknya sekaligus memeriksa dasarnya.

Keberhasilan Bakom perlu diukur melalui pemahaman masyarakat, konsistensi informasi, mutu jawaban, dan tindak lanjut pengaduan. Jumlah unggahan dan pemberitaan dapat dicatat, tetapi manfaat komunikasi terlihat ketika warga memperoleh kepastian dan pemerintah memperbaiki pelaksanaan program.

Pertemuan Hambalang memberi dasar bagi pekerjaan tersebut. Kepemimpinan Syahganda akan berarti apabila arahan Presiden menjadi budaya kerja: menjelaskan dengan jernih, mendengar dengan sungguh-sungguh, mengakui kekurangan, dan memperbaikinya. Negara yang mampu menjelaskan diri memberi masyarakat alasan memahami keputusan, ruang mempertanyakannya, serta bukti bahwa suara mereka diperhitungkan.


Reshuffle dan Sidang di MK: Sinyal Lampu Merah Buat Gibran?

Sebelumnya

FIFA Asean Cup 2026, Tangga-tangga Menuju Kelas Dunia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional