post image
Pesawat Airbus 320/Net
KOMENTAR

Dunia aviasi tengah mengalami perubahan besar. Pandemi Covid-19 menjadi pendorong kuat dalam perubahan tersebut.

Berdasarkan data-data yang ia kumpulkan, pengamat penerbangan Alvin Lie memproyeksikan penerbangan jarak menengah dengan pesawat kecil akan lebih diminati.

Di tengah pandemi Covid-19, terjadi perubahan perilaku masyarakat. Alhasil, pesawat lebih kecil seperti Boeing 737 dan Airbus 320 menjadi pilihan.

"Proyeksi ke depan, justru penerbangan jarak menengah yang akan survive, menggunakan pesawat-pesawat kecil seperti 737 dan 320, dan plus menengah seperti Airbus 350 dan Boeing 787," ujar Alvin dalam <i>RMOL World View</i> pada Senin (7/6).

Dalam hal kargo, Alvin menyoroti adanya perkembangan teknologi drone atau pesawat tanpa awak. Menurutnya, dengan perkembangan teknologi yang ada, drone akan mampu mengangkut kargo 5 hingga 10 ton di masa depan, sehingga akan menggeser operasional dari maskapai.

Teknologi juga membuat taksi terbang akan bermunculan, sehingga penerbangan jarak dekat kemungkinan beralih dari maskapai.

"Udah uji coba taksi udara tanpa pilot. Betul-betul drone, penumpang masuk, pilotnya di luar pesawat. Dan ini juga satu orang pilot bisa mengendalikan lebih dari satu pesawat," jelasnya.

Secara menyeluruh, industri penerbangan juga menghadapi perubahan dengan pergeseran dari bahan bakar minyak menuju listrik.

"Ini juga menarik. Kita sedang dalam masa perubahan besar di dunia penerbangan ini," pungkasnya.

Airbus Sumbangkan 48 Ribu Unit Alat Tes Covid-19 untuk Indonesia

Sebelumnya

Menuju Energi Ramah Lingkungan, Indonesia Kembangkan Pesawat Listrik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews