post image
PIS Paragon
KOMENTAR

Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk sementara dapat menarik nafas lega. Dua kapal yang membawa crude oil untuk Indonesia dilaporkan telah melewati Selat Hormuz dan kini sedang dalam perjalanan menuju tanah air.

Informasi ini disampaikan Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Vita, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa, 10 Maret 2026. 

Kedua kapal minyak itu adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Dari pantauan redaksi Zona Terbang pada halaman MaritimeOptima.com, saat ini PIS Rinjani yang berbendera Liberia berada di Teluk Kutch di Gujarat, India, pada titik kordinat 22° 38' 54.97" N dan 69° 53' 58.93" E. 

Sementara PIS Paragon yang berbendera Singapura berada pada titik kordinat 19° 5' 40.94" N dan 59° 31' 48.36" E, di perairan timur Oman. 

Selain PIS Rinjani dan PIS Paragon, dua kapal lainnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Parsia. 

Pertamina Pride yang berbendera Singapura berada di perairan antara Arab Saudi dan Iran pada kordinat 27° 7' 8.43" N dan 50° 15' 18.53" E. Adapun Gamsunoro yang berbendera Panama berada di Basra, Irak. 

Dalam keterangannya Vega Vita mengatakan, Pertamina Pride mengangkut minyak mentah (crude oil) yang untuk kebutuhan energi dalam negeri Indonesia. Sementara Gamsunoro merupakan kapal kargo yang melayani ekspor-impor pihak ketiga (third party). 

“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ucap Vega.

Vega juga mengatakan, saat ini PT PIS saat menjalin komunikasi erat 24 jam dengan otoritas maritim serta pihak berwenang untuk memastikan keamanan armada, kru, dan pekerja. 

“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa,” kata Vega lagi.


Perang dan Naikkan Harga BBM: Apa Bedanya Purbaya dengan Sri Mulyani?

Sebelumnya

Perang Iran & Ketahanan Energi Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi