Seberapa siap Republik Islam Iran menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel? Seberapa banyak stok rudal yang mereka miliki? Seberapa panjang waktu yang mereka butuhkan untuk menghukum AS dan Israel yang secara membabi buta melancarkan serangan pertama ke Tehran, 28 Februari 2026, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Penasihat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari dalam satu wawancara mengatakan bahwa negara itu siap berperang selama sepuluh tahun.
“Mungkin beberapa orang dalam wawancara domestik mereka membuat pernyataan yang tidak akurat. Tetapi saya, sebagai orang yang berpengetahuan, menyatakan hal berikut: kami siap berperang dengan Amerika selama sepuluh tahun — setidaknya sepuluh tahun!” ujar Brigjen Jabbari.
Iran, katanya, menggunakan rudal dan drone sedemikian rupa sehingga gudang dan cadangan kami tetap penuh — melimpah dan terus diisi ulang. Di saat rudal yang ada digunakan, di pusat-pusat produksi para spesialis dan ilmuwan muda Iran yang berdedikasi terus memproduksi senjata baru.
“Produksi sedang berlangsung, dan peralatan yang diproduksi segera dikirim ke gudang untuk mengisi kembali cadangan,” ujarnya.
“Inilah kesiapan angkatan bersenjata kami. Dan di samping itu, ada Front Perlawanan. Lihat, Irak, Lebanon, dan Yaman sekarang telah memasuki medan perang. Saudara kita tercinta Abdul-Malik Badreddin menyatakan bahwa jika perlu, mereka juga akan bergabung dalam pertempuran,” katanya lagi.
Brigjen Jabbari dalam tayangan yang dikutip akun X @@SprinterPress juga mengatakan, Iran telah memaksa USS Abraham Lincoln mundur sejauh 1.000 kilometer.
“Oleh karena itu, kami menunggu kapal-kapal mereka memasuki wilayah kami lagi. Kami, Front Perlawanan dan Yaman — semuanya siap untuk menenggelamkan kapal-kapal mereka ke dasar laut,” demikian Brigjen Jabbari.


KOMENTAR ANDA