post image
Warga membawa lukisan Mojtaba Khamenei dan alm. Ali Khamenei./Reuters
KOMENTAR

Pemimpin Spiritual Republik Islam Iran Mojtaba Khamenei akhirnya akhirnya memperlihatkan diri. Pidato pertama yang disampaikannya berisi duka atas kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan yang dilancarkan AS akhir Februari lalu. 

“Selain ayah saya, yang kehilangannya telah menjadi duka cita publik, saya telah mempercayakan istri saya yang terkasih dan setia, yang kepadanya saya menaruh banyak harapan, saudara perempuan saya yang setia yang mengabdikan dirinya untuk melayani orang tua kami dan akhirnya menerima pahalanya, bersama dengan anak kecilnya, dan suami dari saudara perempuan saya yang lain, seorang yang terpelajar dan terhormat, kepada kafilah para martir,” urai Mojtaba Khamenei seperti dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Mojtaba juga mengatakan, bangsa Iran tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir yang tewas dalam serangan itu.

“Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan kemartiran Pemimpin Revolusi yang agung; melainkan, setiap anggota bangsa yang gugur di tangan musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan. Tentu saja, sebagian kecil dari pembalasan ini telah terwujud sejauh ini, tetapi sampai sepenuhnya tercapai, berkas ini akan tetap menjadi prioritas utama, dan kami akan sangat peka terhadap darah anak-anak kita,” katanya lagi.

Pada bagian lain, Mojtaba menyampaikan pesan kepada pemimpin 15  negara di kawasan yang berbatasan langsung dengan Iran, baik laut maupun darat. Untuk waktu yang cukup lama negara-negara membiarkan diri mereka hidup di bawah pengaruh musuh dan memberikan kesempatan kepada musuh untuk menggunakan wilayah mereka sebagai pangkalan militer. 

“Dalam invasi baru-baru ini, beberapa pangkalan militer digunakan, dan tentu saja, seperti yang telah kita peringatkan secara eksplisit dan tanpa menargetkan negara-negara tersebut, kita hanya menyerang pangkalan-pangkalan tersebut,” katanya.

“Mulai sekarang, kita akan terpaksa melanjutkan tindakan ini, meskipun kita masih percaya akan pentingnya persahabatan antara kita dan negara-negara tetangga. Negara-negara ini harus memperjelas posisi mereka terhadap para agresor yang menyerang tanah air kita tercinta dan para pembunuh rakyat kita,” sambungnya. 

Mojtaba menyarankan negara-negara itu untuk menutup pangkalan militer musuh sesegera mungkin karena mereka pasti sudah memahami bahwa klaim Amerika tentang membangun keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan.

Dia juga memastikan bahwa sistem Republik Islam yang dikembangkan Iran tidak bermaksud untuk membangun dominasi atau kolonialisme di kawasan. Sebaliknya, Iran siap untuk persatuan dan hubungan yang hangat, tulus, dan saling menguntungkan dengan semua negara tetangga.

 


Israel Sudah Berani Menolak Keinginan Trump Akhiri Perang

Sebelumnya

Ketua DPR Iran Permalukan Menteri Energi AS tentang Aksi Heroisme di Selat Hormuz

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia