post image
Tangkapan layar Channel 12
KOMENTAR

Kekacauan terjadi di Bandara Ben Gurion pada hari Senin, 9 Maret 2026. Calon penumpang kehilangan kesabaran karena ditolak izin terbang akibat perubahan pembatasan masa perang.

The Times of Israel melaporkan, polisi harus dipanggil ke loket check-in untuk mengendalikan penumpang yang marah karena mereka memarahi staf maskapai, sehari setelah penerbangan keberangkatan terbatas dilanjutkan dari bandara di wilayah Tel Aviv di tengah perang dengan Iran.

Menurut Channel 12, keributan tersebut disebabkan oleh Kementerian Transportasi yang memberi tahu maskapai penerbangan nasional El Al pada Minggu malam hingga Senin bahwa jumlah maksimum penumpang yang diizinkan untuk beberapa penerbangan telah dinaikkan dari 100 menjadi 200, hanya untuk kemudian diturunkan kembali menjadi 100 pada pagi harinya. 

Karena perubahan mendadak tersebut, penumpang yang menerima pemberitahuan bahwa penerbangan mereka telah disetujui tidak diizinkan untuk naik pesawat.

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian mengatakan bahwa mereka “menegaskan kembali bahwa maskapai penerbangan tidak diizinkan untuk membawa lebih dari 100 penumpang dalam penerbangan keberangkatan, sesuai dengan pedoman Otoritas Penerbangan Sipil dan lembaga pertahanan.”

“Maskapai penerbangan perlu mematuhi prosedur ini untuk menjaga keselamatan dan keamanan penumpang,” kata Kementerian tersebut, yang tidak berkomentar mengenai penyesuaian kuota penerbangan.

Dalam sebuah pernyataan, El Al mengatakan, “Kami beroperasi sesuai dengan pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri, yang terus diperbarui, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan perusahaan.”

Ratusan ribu penumpang terdampar di seluruh dunia karena penutupan wilayah udara Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran pada 28 Februari, dengan tujuan menghancurkan program nuklir dan rudal balistiknya. Iran telah merespons dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut.

Bandara Ben Gurion secara bertahap dibuka kembali pada Rabu malam untuk penerbangan masuk guna mengakomodasi pemulangan puluhan ribu warga Israel yang terdampar di luar negeri. Penerbangan keluar terbatas dimulai pada hari Minggu.


Citilink Ambil Alih Layanan Garuda di Halim

Sebelumnya

Tanah Eks Bandara Polonia Medan Harus Ditertibkan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Airport