post image
Mahardhika Soekarno dan Rachmawati Soekarnoputri
KOMENTAR

"Sejak Ibu Rachmawati wafat, saya sudah tidak lagi berada dalam struktur pengelolaan yayasan maupun universitas. Karena itu, saya tidak mengetahui secara langsung dinamika internal yang terjadi saat ini." -- Mahardhika Soekarno


Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Kehormatan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), M. Mahardhika Suprapto, S.I.Kom, S.H., alias Mahardhika Soekarno, menyesalkan informasi yang berkembang mengenai dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dalam penerimaan sejumlah uang yang dikaitkan dengan aksi mahasiswa.

Menurut putra bungsu pendiri UBK, almh. Rachmawati Soekarnoputri itu, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum yang berlaku, hal itu bukan hanya menyangkut individu yang terlibat, tetapi juga berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa.

“Saya sangat prihatin apabila informasi yang berkembang tersebut benar adanya. Jika dugaan itu terbukti, persoalan ini bukan hanya menyangkut satu atau dua orang, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa sebagai agen perubahan dan kekuatan moral bangsa,” ujar Mahardhika di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026. 

Sebagai putra almh. Rachmawati Soekarnoputri,  Mahardhika mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap kampus tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa sejak ibundanya wafat pada 2021, dirinya sudah tidak lagi terlibat dalam pengelolaan universitas maupun dalam struktur Yayasan Pendidikan Soekarno yang menaungi UBK.

“Sejak Ibu Rachmawati wafat, saya sudah tidak lagi berada dalam struktur pengelolaan yayasan maupun universitas. Karena itu, saya tidak mengetahui secara langsung dinamika internal yang terjadi saat ini. Namun, sebagai putra pendiri, tentu saya merasa sedih apabila kampus yang dibangun dengan cita-cita besar kini menjadi perhatian publik akibat pemberitaan seperti ini.”

Menurut Mahardhika, almarhumah Rachmawati Soekarnoputri mendirikan Universitas Bung Karno bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai tempat membangun karakter, integritas, nasionalisme, dan keberanian moral generasi muda.

“Saya berharap Universitas Bung Karno dapat terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai yang diwariskan pendirinya. Kampus bukan hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian moral. Saya merasa ada harapan besar almarhumah yang harus terus dijaga agar tidak luntur oleh dinamika yang berkembang saat ini.”

Mahardhika berharap pihak universitas dan yayasan melakukan evaluasi terhadap pembinaan organisasi kemahasiswaan agar semangat awal pendirian Universitas Bung Karno tetap terpelihara.

“Saya berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar nilai-nilai yang diwariskan pendiri universitas tetap menjadi pedoman. Kampus memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter dan integritas mahasiswa, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tetap terjaga.”

Mahardhika juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi persoalan tersebut kepada seluruh mahasiswa maupun seluruh organisasi kemahasiswaan.

“Saya tidak ingin dugaan terhadap oknum tertentu kemudian digeneralisasi kepada seluruh mahasiswa ataupun seluruh organisasi kemahasiswaan. Jika memang ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, biarlah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai karena ulah segelintir orang, nama baik ribuan mahasiswa Universitas Bung Karno maupun gerakan mahasiswa Indonesia ikut tercoreng.”

Menurut Mahardhika, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus kekuatan moral yang harus tetap independen dari berbagai kepentingan.

“Gerakan mahasiswa harus tetap independen. Kritik terhadap pemerintah adalah hak konstitusional yang harus dihormati. Namun, independensi itu harus dijaga agar tidak kehilangan legitimasi di mata masyarakat ataupun terkooptasi oleh kepentingan politik maupun kepentingan ekonomi tertentu.”

Ia menegaskan bahwa fungsi utama gerakan mahasiswa adalah mengawasi, mengkritisi, serta mengevaluasi kebijakan publik agar pelaksanaannya semakin baik dan semakin berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Gerakan mahasiswa sebaiknya mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program-program pemerintah secara objektif. Kritik yang konstruktif akan memperkuat kualitas kebijakan publik, bukan melemahkan semangat untuk membangun bangsa.”

Mahardhika juga menyoroti sejumlah aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang mengangkat berbagai isu nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara, termasuk mahasiswa. Namun, kritik sebaiknya diarahkan pada aspek transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan pengawasan pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kritik tersebut tetap dibangun secara objektif, bertanggung jawab, serta benar-benar bertujuan memperbaiki pelaksanaan kebijakan demi kepentingan masyarakat.”

Menutup keterangannya, Mahardhika menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk menyudutkan mahasiswa maupun Universitas Bung Karno, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap marwah gerakan mahasiswa dan cita-cita luhur yang diwariskan almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.

“Sejarah Indonesia membuktikan bahwa mahasiswa selalu menjadi salah satu kekuatan moral bangsa. Kekuatan mahasiswa tidak pernah lahir dari besarnya dana yang dimiliki, melainkan dari keberanian berpikir, integritas, kejujuran, serta keberpihakan kepada rakyat. Saya berharap Universitas Bung Karno kembali menjadi rumah bagi lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa yang menjaga idealisme, bukan menggadaikannya. Itulah cita-cita yang saya yakini diwariskan oleh almarhumah Ibu Rachmawati Soekarnoputri ketika mendirikan Universitas Bung Karno, dan saya berharap nilai-nilai itu akan terus hidup dalam setiap generasi mahasiswanya.”


Konsekuensi Safari Politik Jokowi terhadap Ekonomi

Sebelumnya

Bung Fadli: Usut Otak Intelektual di Balik Fitnah yang Rusak Nama UBK dan Gibran

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional