post image
Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA), John Ratcliffe, bertemu Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, di Caracas, 15 Januari 2026.
KOMENTAR

Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA), John Ratcliffe, telah mengunjungi pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, di Caracas untuk membahas kerja sama antara kedua negara.

Seorang pejabat AS, seperti dikutip dari Guardian, mengatakan, pertemuan itu terjadi pada Kamis kemarin, 15 Januari 2026. Ratcliffe disebutkan berangkat ke Caracas atas arahan langsung dari Presiden Donald Trump.

Pejabat tersebut menagatakan, dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas kerja sama intelijen, stabilitas ekonomi, serta upaya memastikan Venezuela tidak lagi menjadi tempat aman bagi musuh Amerika Serikat, terutama jaringan perdagangan narkoba.

Kunjungan Ratcliffe dilakukan pada hari yang sama ketika tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih.

Sejak mengirim pasukan untuk menangkap Maduro, pemerintah AS belum secara terbuka menyatakan bahwa oposisi harus mengambil alih kekuasaan, meskipun sebelumnya Washington menegaskan bahwa sekutu Machado memenangkan pemilu Venezuela tahun 2024 secara sah.

Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Maduro, kini menjadi presiden sementara setelah militer AS menangkap Maduro dan menerbangkannya ke AS untuk diadili atas tuduhan terkait narkoba.

Sebelumnya, Rodriguez sempat mengecam pemerintahan Trump, menuduh AS telah “menculik” Maduro dan menuntut agar ia dikembalikan ke Venezuela. Namun, Washington menilai Rodriguez sebagai figur yang dapat diterima untuk memimpin sementara, demi menjaga stabilitas negara.

Pejabat AS itu menambahkan bahwa pertemuan selama dua jam antara Ratcliffe dan Rodriguez difokuskan pada pembangunan kepercayaan antara Amerika Serikat dan Venezuela.

“Direktur CIA menegaskan bahwa Venezuela tidak lagi boleh memberikan dukungan kepada kelompok pengedar narkoba seperti Tren de Aragua (TDA),” kata pejabat tersebut, merujuk pada geng kriminal internasional asal Venezuela.

Kunjungan Ratcliffe pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pertemuan tersebut.

Sementara itu para ahli mengatakan Trump telah meminggirkan gerakan oposisinya sejak serangan subuhnya di Caracas yang sempat membangkitkan harapan akan perubahan demokrasi yang akan segera terjadi.

Alih-alih berupaya menempatkan Machado, yang gerakan oposisinya secara luas diyakini telah mengalahkan Maduro dalam pemilihan presiden 2024, Trump memberikan restunya kepada wakil presiden Maduro, Delcy Rodríguez, menyebutnya sebagai "orang yang hebat." Rodríguez memerintah sebagai presiden sementara dengan dukungan dari sekutu utama Maduro lainnya, termasuk menteri dalam negeri yang ditakuti, Diosdado Cabello, dan telah berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan AS.

“Saya yakin oposisi sedang menahan diri karena ini sangat brutal bagi mereka,” kata Eva Golinger, seorang pengacara AS yang menjadi kuasa hukum pendahulu Maduro, Hugo Chávez. 

“Mereka dipinggirkan... Mereka tidak memiliki peran dalam apa yang terjadi. Mereka keluar dari permainan untuk saat ini,” ujarnya lagi.

Keputusan Trump untuk mengembalikan Rodríguez dilaporkan sebagian didasarkan pada permusuhan pribadi terhadap Machado dan sebagian lagi pada saran CIA bahwa ia tidak akan mampu mencegah krisis keamanan yang berbahaya dengan mengendalikan militer dan kelompok paramiliter pro-rezim bersenjata.

Para pejabat Trump telah terbuka tentang keputusan mereka untuk mencapai kesepakatan dengan sekutu terdekat Maduro, yang banyak di antaranya terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

"Kita perlu bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki senjata saat ini untuk pada akhirnya membawa negara ini menuju pemerintahan yang representatif dan kondisi yang lebih baik. Tetapi yang harus kita cegah sementara itu adalah keruntuhan negara," kata Menteri Energi AS, Chris Wright, kepada CBS News.


Menteri Malaysia Bantah Kabar 5 Ribu Hektar Tanah untuk Indonesia

Sebelumnya

Prabowo: 'Board of Peace' Peluang Ciptakan Perdamaian

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global