Skenario C: Operasi Militer Terbatas (Probabilitas: Rendah). Melakukan serangan pendahuluan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah yang tersisa dan pangkalan rudal Iran, meskipun Pentagon mengakuinya tidak akan sepenuhnya efektif, dengan konsekuensI, ini adalah opsi paling berbahaya yang hampir pasti memicu perang regional penuh, persis seperti yang ingin dihindari oleh penilaian Pentagon. Opsi ini hanya akan dipilih jika intelijen menunjukkan Iran diketahui segera menempatkan senjata nuklir dalam hitungan hari.
Analisis
Dari kondisi yang berlaku, walaupun memiliki alutsista yang jauh lebih besar, Amerika menurut penulis berada pada situasi sulit, berhitung dengan lebih matang, karena Rusia dan China mulai masuk sebagai penyeimbang.
Amerika sudah mulai melakukan pergeseran kapal induk tambahan dan kapal pendarat Amfibi ke Teluk dan Mediterania, serta menggeser 5.000 marinir (USMC) dari Jepang. Nampaknya skenario B yang lebih disarankan Pentagon.
Mengingat kegagalan operasi Epic Fury yang tidak sesuai dengan perkiraan intelijen, Pentagon tidak menyarankan opsi C yang sama dengan serangan awal akhir Februari. Iran mampu memainkan truf Hormuz, sehingga memecah persatuan AS dan para Anggota NATO yang lebih fokus dengan jepentingan nasio al masing2 akan kebutuhan Minysk dan gas dari kawasan Teluk.
Kemungkinan keputusan ekstrem, Presiden Trump masih mungkin mengambil opsi C, setelah melakukan pemboman dan menghancurkan Pulau Kharg, dengan catatan mrmungkinkan melakukan serangan lebih berat dengan peluru kendali mini nuklir, yang diangkut dengan pembom B2, USAF yang kini sudah berada di Inggris. Apakah mungkin? Menurut utusan khususnya, karakter Trump adalah pemimpin yang tidak bisa ditantang.
Kita tunggu dalam waktu tidak lama, keputusan Trump akan ditetapkan. Masing-masing pihak dan masyarakat dunia harus berfikir kemungkinan terburuk melanda dunia yang berada di satu tangan. Pray Old Soldier.



KOMENTAR ANDA