post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Kementerian Pertahanan Israel secara resmi mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana pesawat tanker terbaru mereka, KC-46, yang diberi nama operasional "Gideon".

Pengumuman ini menyusul langkah besar Israel dalam memperkuat armada tempurnya melalui pembelian satu skuadron tambahan jet siluman F-35I dan jet tempur canggih F-15IA.

Penerbangan perdana "Gideon" dilakukan di Amerika Serikat pada 4 Mei 2026. Pesawat tanker ini dijadwalkan akan dikirim dan tiba di Israel dalam waktu kurang lebih satu bulan ke depan. KC-46 ini merupakan unit pertama dari total enam pesawat yang dipesan oleh Israel.

"Gideon": Pengganda Kekuatan Udara Israel

Pesawat tanker KC-46 "Gideon" bukan sekadar pesawat pengisi bahan bakar biasa. Sesuai dengan kebijakan pertahanan Israel, pesawat ini akan dilengkapi dengan sistem internal buatan industri pertahanan Israel sendiri.

"Pesawat ini akan diadaptasi dengan persyaratan operasional Angkatan Udara Israel (IAF), yang memungkinkannya memperluas jangkauan operasional dan mempertahankan keunggulan udara di semua teater tempur," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel melalui akun LinkedIn mereka.

Kehadiran KC-46 akan menggantikan armada tanker Boeing 707 "Re’em" yang telah mengabdi selama hampir 60 tahun. Dengan rasio penggantian satu-banding-satu, enam unit KC-46 diharapkan dapat memberikan efisiensi dan jangkauan terbang yang jauh lebih luas bagi jet-jet tempur IAF.

Ekspansi Besar-Besaran F-35I dan F-15IA

Sehari sebelum pengumuman tanker tersebut, Komite Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Israel telah menyetujui akuisisi dua skuadron jet tempur tambahan.

Kesepakatan bernilai puluhan miliar NIS (Shekel) ini mencakup:

  1. Satu Skuadron F-35I "Adir": Menambah total armada F-35 Israel menjadi 100 unit. Israel tetap menjadi satu-satunya negara yang diizinkan AS untuk memodifikasi sistem internal F-35 dengan teknologi peperangan elektronik (EW) buatan lokal.
  2. Satu Skuadron F-15IA (Israel Advanced): Varian terbaru dari F-15 yang setara dengan F-15EX. Israel berencana memiliki total 50 unit F-15IA untuk memastikan dominasi serangan jarak jauh.

Investasi Strategis Jangka Panjang

Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana pembangunan kekuatan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) selama satu dekade, yang didukung oleh anggaran khusus sebesar 350 miliar NIS.

Pengadaan ini dilakukan melalui jalur Foreign Military Sales (FMS) dari Amerika Serikat. Meskipun jumlah pastinya tidak dirinci dalam kontrak terbaru, diperkirakan setiap skuadron terdiri dari 25 pesawat. Pengiriman jet tempur F-15IA sendiri direncanakan akan dimulai pada tahun 2031 dan selesai pada tahun 2035.

Dengan kombinasi jet tempur siluman F-35, jet tempur berat F-15IA, dan dukungan tanker KC-46 "Gideon", Israel memposisikan diri untuk memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang lebih mandiri dan mematikan di kawasan Timur Tengah.


Produksi Massal T-7A Red Hawk Dimulai untuk Gantikan T-38 Talon

Sebelumnya

Bomber Tu-95MS Rusia Angkut Rudal Kh-101 dalam Penerbangan Langka di Laut Norwegia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer