Indonesia tidak bisa hanya jadi penonton. Kita punya pengalaman Aceh dan Timor Timur. Kita tahu gencatan senjata tanpa pengawasan militer adalah jebakan.
Jika PBB diam, ASEAN harus bergerak. Indonesia harus dorong misi pengawas maritim gabungan di Selat Hormuz dan Selat Malaka.
Penutup
Perang Teluk 2026 membuktikan satu hal: di era multipolar, pemenang perang bukan yang punya rudal terbanyak. Tapi yang punya pengaruh ekonomi, politik, dan maritim paling besar.
Dan saat ini, pengaruh itu ada di tangan Beijing, Moskow, dan Brussels. Bukan di Washington atau Teheran.
30 hari gencatan senjata akan menentukan. Tapi penentu akhirnya adalah tiga kutub yang tidak ikut menembak.
Wallohu a'lam.




KOMENTAR ANDA