post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebanyak 288 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat Turkish Airlines terpaksa dievakuasi setelah pesawat Airbus A330 yang mereka tumpangi mengalami kebakaran pada bagian roda pendaratan. Insiden ini terjadi saat pesawat baru saja mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan (KTM), Kathmandu, Nepal, pada Senin pagi waktu setempat.

Penerbangan dengan nomor modul TK726 tersebut berangkat dari Bandara Istanbul (IST) menuju Kathmandu. Berdasarkan laporan awal, api dan asap tebal mulai terlihat muncul dari bagian roda pendaratan sebelah kanan saat pesawat sedang melakukan prosedur taxi menuju terminal setelah mendarat dengan selamat di landasan pacu.

Melihat kepulan asap yang semakin pekat, awak kabin segera mengambil tindakan darurat sesuai protokol keselamatan penerbangan. Mereka menginstruksikan seluruh penumpang untuk keluar dari pesawat menggunakan seluncuran darurat (inflatable slides) guna menghindari risiko api merambat ke bagian tangki bahan bakar atau kabin pesawat.

Layanan pemadam kebakaran bandara langsung dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah peringatan dinyalakan. Petugas pemadam kebakaran bekerja cepat menyemprotkan cairan pemadam ke area roda pendaratan untuk melokalisasi api, sementara petugas darurat lainnya membantu mengarahkan penumpang yang keluar dari seluncuran menuju area yang aman.

Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa seluruh 277 penumpang dan 11 awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya laporan cedera serius. Keberhasilan evakuasi ini dipuji sebagai hasil dari koordinasi yang cepat antara kru pesawat dan tim tanggap darurat di darat dalam menangani situasi krisis di area bandara.

Akibat insiden ini, otoritas penerbangan Nepal terpaksa menutup sementara operasional Bandara Internasional Tribhuvan selama kurang lebih dua jam. Penutupan satu-satunya landasan pacu di bandara tersebut menyebabkan gangguan jadwal dan penundaan pada sejumlah penerbangan internasional maupun regional lainnya yang hendak lepas landas atau mendarat.

Yahya Ustun, Senior Vice President Turkish Airlines, memberikan pernyataan resmi bahwa tim teknis telah memulai inspeksi menyeluruh terhadap pesawat Airbus A330-300 dengan registrasi TC-JNP tersebut. Penilaian awal menunjukkan bahwa asap dan api kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pipa hidrolik di area pendaratan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur evakuasi darurat dalam dunia penerbangan komersial. Berdasarkan aturan sertifikasi internasional, setiap pesawat penumpang harus mampu dikosongkan sepenuhnya dalam waktu kurang dari 90 detik, sebuah standar ketat yang terbukti menyelamatkan banyak nyawa dalam insiden kali ini.

Pesawat Airbus A330 sendiri merupakan tulang punggung armada jarak jauh Turkish Airlines yang melayani rute ke Asia, Afrika, dan Eropa. Maskapai ini tercatat mengoperasikan lima jadwal penerbangan per minggu antara Istanbul dan Nepal, yang menjadikannya salah satu penghubung utama bagi wisatawan internasional menuju wilayah pegunungan Himalaya.

Saat ini, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kerusakan teknis tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pesawat yang terdampak masih berada di bawah pengawasan teknisi di Kathmandu untuk perbaikan sebelum diizinkan kembali terbang ke markas besar maskapai di Istanbul.


Kejaksaan Agung Mulai Incar Kasus Penyimpangan Garuda Indonesia

Sebelumnya

Singapore Airlines Cetak Rekor Baru, 128 Penerbangan ke Eropa Setiap Minggu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews