post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Air China Cargo secara resmi memperluas komitmen armadanya dengan menambah pesanan pesawat kargo Airbus A350F dari enam unit menjadi 10 unit. Langkah strategis yang dikonfirmasi oleh Airbus pada 26 Mei ini memperkuat posisi pabrikan Eropa tersebut di pasar kargo Tiongkok yang berkembang pesat.

Perjanjian ini menandai tonggak sejarah penting karena Air China Cargo merupakan maskapai pertama dari Tiongkok daratan yang memesan A350F pada November 2025 lalu. Dengan mengubah opsi pembelian menjadi pesanan tetap, maskapai ini kini berkomitmen penuh untuk menjadikan A350F sebagai tulang punggung operasi kargo jarak jauh mereka di masa depan.

Pesanan tambahan ini dianggap sebagai kemenangan strategis bagi Airbus dalam upaya menantang dominasi Boeing di pasar kargo global. Selama ini, Boeing memegang kendali pasar melalui armada ikonik seperti Boeing 747F dan 777F, namun Airbus berusaha menggesernya dengan teknologi generasi terbaru.

Airbus A350F yang ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent XWB-97 dirancang khusus untuk efisiensi tinggi. Pesawat ini diklaim mampu memberikan penghematan bahan bakar hingga 20 persen serta pengurangan emisi karbon dibandingkan dengan pesawat kargo generasi sebelumnya yang memiliki kemampuan angkut serupa.

Selain keunggulan operasional, Airbus menekankan aspek keberlanjutan sebagai nilai jual utama A350F. Pesawat ini menjadi satu-satunya model kargo yang dirancang untuk sepenuhnya mematuhi standar emisi karbon dioksida ICAO yang lebih ketat yang akan berlaku mulai tahun 2027.

Komitmen Airbus terhadap lingkungan juga tercermin dari kesiapan A350F untuk beroperasi menggunakan hingga 50 persen bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Produsen pesawat tersebut bahkan menargetkan seluruh lini produknya sudah mampu menggunakan 100 persen SAF pada tahun 2030 mendatang.

Penambahan pesanan oleh Air China Cargo ini juga memberikan dorongan kepercayaan bagi program A350F secara keseluruhan. Saat ini, program tersebut telah mencatatkan lebih dari 100 pesanan dari berbagai operator kargo global yang sedang mengevaluasi strategi penggantian armada masa depan mereka.

Bagi Air China Cargo sendiri, langkah ini bertujuan untuk mendukung optimasi armada, pertumbuhan kapasitas, dan kebutuhan pengembangan jangka panjang. Maskapai ini saat ini masih mengoperasikan armada campuran termasuk Boeing 747-400F dan 777F, yang sebagian di antaranya mulai menua dan memerlukan peremajaan segera.

A350F nantinya akan difokuskan untuk melayani rute internasional jarak menengah dan jauh, terutama untuk mendukung arus ekspor manufaktur serta kebutuhan logistik e-commerce Tiongkok. Pesawat ini memiliki kemampuan membawa muatan hingga 111 ton dengan jangkauan terbang mencapai sekitar 8.700 kilometer.

Pengiriman pesawat ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir dekade ini, dengan estimasi kedatangan antara tahun 2029 hingga 2031. Kerja sama ini sekaligus memperdalam hubungan komersial antara Airbus dan Air China, mengingat maskapai tersebut juga telah mengoperasikan pesawat penumpang Airbus, termasuk tipe A350-900.


Nama Wi-Fi “Free Palestine, F Zionists”, Pilot Ancam Panggil FBI

Sebelumnya

Menilik Kembali Keamanan Boeing 737 MAX: Apakah Sistem MCAS Masih Ada?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews