post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Seorang pilot di Amerika Serikat melakukan aksi patriotik yang unik untuk menyambut perayaan hari kemerdekaan negaranya yang ke-250 (Semiquincentennial). Menggunakan pesawat Cessna 182 Skylane RG, pilot tersebut menghabiskan waktu selama enam jam di udara untuk melukis peta Amerika Serikat lengkap dengan tulisan "USA 250th" di dalam rutenya.

Aksi luar biasa ini dilakukan di wilayah udara negara bagian Ohio menjelang perayaan tanggal 4 Juli. Berdasarkan data penerbangan, pesawat lepas landas dari Bandara Norwalk Huron County sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. Pilot baru kembali mendarat dengan selamat saat memasuki waktu makan siang setelah menyelesaikan misi seni udaranya.

Penerbangan berdurasi enam jam ini dinilai telah menguji batas ketahanan fisik pilot sekaligus batas legal dan fisik dari pesawat itu sendiri. Cessna 182 Skylane RG memiliki kapasitas bahan bakar sekitar 85 hingga 92 galon dengan rata-rata konsumsi mencapai 11 hingga 14 galon per jam. Pengaturan daya mesin dan ketinggian terbang memegang peran krusial agar pesawat tidak kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

Persiapan penerbangan ini dipastikan membutuhkan perencanaan matang dan presisi yang sangat tinggi. Sang pilot harus memastikan setiap belokan dan jalur yang dilewatinya membentuk garis luar (outline) wilayah daratan utama Amerika Serikat (contiguous United States). Jalur tersebut bahkan berhasil mendetailkan lekukan danau-danau perbatasan, semenanjung, hingga wilayah semenanjung sempit (panhandles).

Tidak hanya membentuk peta negara, sang pilot juga bermanuver sedemikian rupa di bagian tengah rute untuk menuliskan teks "USA 250th". Kerja keras dan kreativitas pilot anonim ini langsung menarik perhatian dunia penerbangan global. Jalur penerbangannya yang unik kini viral dan menjadi sorotan utama di platform pelacakan penerbangan seperti Flightradar24.

Meski mendapatkan banyak pujian atas presisi rutenya, kreasi seni udara ini tidak luput dari komentar jenaka netizen. Beberapa pengguna media sosial menyadari bahwa sang pilot melewatkan dua negara bagian luar, yaitu Alaska dan Hawaii, dalam gambar petanya. Kendati demikian, apresiasi besar tetap mengalir di platform X (sebelumnya Twitter) atas dedikasi tinggi sang pilot.

Pesawat yang digunakan dalam aksi bersejarah ini terdaftar dengan nomor registrasi AS N4936T (nomor serial R18201794). Menurut data registrasi Federal Aviation Administration (FAA), pesawat bermesin tunggal dan bersayap tetap ini diproduksi pada tahun 1981. Saat ini, pesawat tersebut secara resmi terdaftar atas nama perusahaan Dakma LLC yang berbasis di Parma, Ohio.

Cessna R182 Skylane RG ini memiliki kapasitas untuk satu pilot dan tiga penumpang serta dilengkapi dengan roda pendaratan yang dapat ditarik masuk (retractable landing gear). Fitur ini memberikan keunggulan aerodinamis yang meningkatkan kecepatan dan kemampuan menanjak pesawat hingga 15% dibanding varian roda statis. Pesawat ini mampu melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 173 knot atau 318 km/jam.

Perayaan Semiquincentennial atau "America250" tahun ini memang disambut meriah oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk industri penerbangan. Berbagai maskapai besar di Amerika Serikat turut meluncurkan desain badan pesawat (livery) khusus bertema patriotik. Kampanye bertajuk "Red, Flight, and Blue" juga digemakan untuk menghormati warisan sejarah penerbangan negeri paman sam tersebut.

Maskapai raksasa seperti American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Southwest, JetBlue, Alaska Airlines, hingga Allegiant turut memamerkan stiker komemoratif dan livery bintang-garis merah-putih-biru pada armada mereka. Namun, aksi mandiri yang dilakukan oleh seorang pilot di Ohio ini memberikan warna tersendiri. Karya seni udara enam jam tersebut kini resmi tercatat dalam sejarah perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.


Penumpang Histeris, Minta Pesawat Berhenti

Sebelumnya

Pasca Insiden CITIC Tower Tiongkok Larang General Aviation Tanpa Batas Waktu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews