post image
Bandara Internasional Domodedovo di Moskow.
KOMENTAR

Wilayah ibu kota Rusia, Moskow, dihantam gelombang serangan drone berskala besar yang diluncurkan oleh militer Ukraina sepanjang Sabtu malam hingga Minggu pagi, 16 Agustus 2026. Pemerintah setempat mengklaim sebanyak 600 drone mengarah ke wilayah Moskow dalam salah satu serangan jarak jauh terbesar ke ibu kota Rusia sejak konflik meningkat.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengonfirmasi bahwa pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh dan melumpuhkan ratusan drone yang menuju kawasan ibu kota. "Sejak kemarin sore hingga pukul 06.30 pagi, sebanyak 600 drone terbang menuju wilayah Moskow, di mana 201 di antaranya berhasil dihancurkan di kawasan Moskow," ujar Sobyanin melalui saluran resminya.

Dampak serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang terluka di kawasan Jalan Lingkar Moskow (MKAD). Menurut keterangan otoritas setempat, para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis darurat di rumah sakit terdekat akibat terkena puing-puing drone yang berhasil diintersepsi.

Selain melukai warga sipil, jatuhnya puing-puing drone yang ditembak jatuh memicu kerusakan pada beberapa bangunan hunian dan fasilitas infrastruktur kota. Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa fasilitas vital dan jaringan kilang minyak di sekitar wilayah Moskow masih beroperasi secara normal tanpa gangguan signifikan.

Gelombang serangan udara ini juga melumpuhkan aktivitas penerbangan di ibu kota. Lebih dari 150 penerbangan di tiga bandara utama Moskow—Sheremetyevo, Vnukovo, dan Domodedovo—mengalami penundaan hingga pembatalan massal demi alasan keselamatan penerbangan selama operasi sistem pertahanan udara berlangsung.

Serangan ke Moskow ini merupakan bagian dari gelombang serangan jarak jauh Ukraina yang makin intensif menyasar wilayah dalam Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, militer Ukraina memfokuskan serangan udara berbasis drone ke berbagai target strategis, mulai dari fasilitas militer, kilang minyak, pusat logistik, hingga gudang-gudang industri yang jauh dari garis depan pertempuran.

Tak hanya wilayah Moskow yang menjadi sasaran, serangan drone Ukraina juga menerjang wilayah Rostov di Rusia selatan yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Gubernur Wilayah Rostov, Yuri Slyusar, melaporkan bahwa pertahanan udara Rusia menghancurkan lebih dari 150 drone dan rudal di atas tiga kota dan sembilan distrik di wilayahnya.

Serangan intensif di Rostov mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan permukiman dan fasilitas industri di Distrik Kamensky. Beberapa rumah di Kota Kamensk-Shakhtinsky mengalami kerusakan atap, sementara kaca-kaca jendela di apartemen warga dan stasiun kereta api setempat pecah diterjang ledakan puing drone.

Meningkatnya intensitas serangan drone jarak jauh oleh Kyiv merupakan bagian dari strategi balasan Ukraina atas rangkaian serangan rudal dan drone yang terus diluncurkan militer Rusia ke kota-kota Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pembalasan terhadap infrastruktur yang menopang operasi militer Moskow.

Hingga Minggu siang, sistem pertahanan udara Rusia masih disiagakan penuh untuk mengantisipasi potensi serangan susulan. Peristiwa ini semakin menegaskan bagaimana eskalasi perang udara jarak jauh telah membawa dampak langsung hingga ke jantung kehidupan masyarakat di ibu kota Rusia.


Bawa Ratusan Pil Opioid, Marcus Perry Ditangkap Keamanan Bandara Miami

Sebelumnya

Tingkatkan Standar Keselamatan, Bandara Soekarno-Hatta Gunakan Radar Pendeteksi Berteknologi NASA

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Airport