Kepastian hukum memiliki kaitan erat dengan tata kelola pemerintahan yang baik, dan selanjutnya dengan kemampuan pemerintah menghadirkan kesejahreraan di tengah masyarakat.
Begitu antara lain disampaikan dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Faisal Nurdin, ketika berbicara dalam diskusi yang digelar di Nagan Raya, Aceh, untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, hari Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurut Faisal, kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan adalah melalui terciptanya kepastian hukum. Tanpa adanya jaminan perlindungan hukum yang jelas, para investor maupun pelaku usaha lokal akan cenderung bersikap defensif, yang pada akhirnya menghambat akselerasi roda ekonomi daerah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara kepastian hukum dengan terciptanya pemerintahan yang bersih. Faisal menyebutkan bahwa praktik pemerintahan yang transparan dan bebas dari korupsi adalah prasyarat mutlak untuk menumbuhkan kepercayaan publik maupun investor.
"Pertumbuhan ekonomi hanya bisa dicapai lewat kepastian hukum dan pemerintahan yang bersih," tegas Faisal dalam paparannya yang disambut antusias oleh para peserta diskusi. Ia berpendapat bahwa birokrasi yang bersih akan memangkas berbagai hambatan administratif yang seringkali menjadi beban bagi kemajuan ekonomi.
Diskusi ini merupakan inisiatif Ketua Fraksi Demokrat Perjuangan DPRK Nagan Raya, Zulkarnian. Inisiatif tersebut diapresiasi banyak pihak karena dianggap sebagai langkah positif untuk melibatkan masyarakat dalam diskusi strategis terkait masa depan daerah.
Selama diskusi, muncul pula berbagai aspirasi mengenai pentingnya pengawasan terhadap kebijakan daerah. Para peserta berharap agar momentum HUT RI ke-81 ini tidak hanya dijadikan seremoni tahunan, melainkan menjadi titik balik bagi perbaikan layanan publik di Nagan Raya.
Diskusi ini juga menyoroti potensi ekonomi daerah yang dinilai masih perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih profesional dan berbasis aturan hukum yang berlaku. Faisal Nurdin Idris berharap poin-poin yang dihasilkan dalam forum ini dapat menjadi masukan berharga bagi para pengambil kebijakan di tingkat eksekutif maupun legislatif.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, para peserta menyepakati bahwa semangat kemerdekaan ke-81 harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata untuk kesejahteraan rakyat. Dengan mengedepankan integritas dan kepastian hukum, Nagan Raya diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Aceh.



KOMENTAR ANDA