Seiring dengan semakin kompleksnya lanskap perjalanan internasional dewasa ini, asuransi perjalanan bertransformasi menjadi komponen krusial dalam persiapan mobilitas global, bukan lagi sekadar pelengkap yang dipikirkan menjelang detik-detik keberangkatan. Oona Insurance Indonesia (Oona), sebagai perusahaan asuransi umum digital terkemuka, menangkap pergeseran perilaku yang signifikan di kalangan wisatawan Indonesia yang merencanakan perjalanan ke luar negeri.
Perubahan pola pikir tersebut tecermin secara nyata melalui data internal perusahaan pada semester I tahun 2026. Oona mencatat lonjakan signifikan sebesar 107,6% pada pembelian produk asuransi perjalanan ke kawasan negara-negara Schengen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan tingginya kesadaran proteksi di rute jarak jauh.
Walaupun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa negara-negara di kawasan Asia masih mendominasi destinasi utama wisatawan Indonesia secara umum, data Oona mengonfirmasi tren khusus pada perjalanan jarak jauh yang memiliki kompleksitas lebih tinggi. Dalam rute-rute tersebut, para pelancong cenderung mempersiapkan perlindungan jauh-jauh hari sejak tahap perencanaan awal.
Bukti konkret dari kedewasaan perencanaan ini terlihat dari durasi rata-rata pembelian polis. Berdasarkan catatan Oona, para pelanggan kini mengamankan perlindungan asuransi perjalanan mereka rata-rata 45 hari sebelum tanggal keberangkatan riil, demi memastikan rasa aman dan kepastian penuh selama menjelajahi destinasi internasional.
Kristina Soenarto selaku Chief Transformation Officer Oona Insurance Indonesia menegaskan adanya pergeseran mendasar dalam cara pandang masyarakat.
“Kami melihat perubahan yang cukup signifikan dalam cara masyarakat Indonesia mempersiapkan perjalanan internasional. Asuransi perjalanan tidak lagi dipandang sekadar sebagai persyaratan administrasi untuk pengajuan visa atau pelengkap yang dibeli di menit-menit terakhir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kristina menjelaskan bahwa para wisatawan kini semakin jeli memerhatikan seluruh rangkaian perjalanan secara menyeluruh. Mereka secara proaktif mulai mengantisipasi aneka risiko tak terduga, mulai dari situasi darurat medis di luar negeri, risiko keterlambatan penerbangan ketika transit, hingga masalah kehilangan bagasi yang dapat merusak liburan.
Meningkatnya kebutuhan serta kesadaran terhadap pentingnya mitigasi risiko ini turut merambah berbagai segmen wisatawan secara merata. Meskipun wisatawan individu masih memegang porsi dominan dengan angka hampir 88% dari total pembelian asuransi perjalanan ke kawasan Schengen di Oona, segmen keluarga justru mencatatkan pertumbuhan yang paling fantastis.
Segmen keluarga melonjak tajam hingga 130,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Perjalanan keluarga ke destinasi jarak jauh lazimnya berdurasi lebih panjang serta melibatkan sejumlah titik transit, sehingga mendorong para orang tua untuk melindungi kelancaran perjalanan sekaligus keamanan finansial keluarga mereka.
Guna mengakomodasi kebutuhan akses yang praktis, Oona menghadirkan skema perlindungan secara langsung melalui integrasi di berbagai platform mitra strategis di bidang perjalanan dan gaya hidup. Melalui kerja sama dengan GoPay, Airpaz, VFS Global, serta situs resmi perusahaan di dimyoona.id/en/all-product/travel-insurance/, nasabah dapat membeli proteksi secara instan.
Kemudahan akses tersebut turut disempurnakan oleh mekanisme klaim digital yang efisien. Sepanjang semester I 2026, Oona telah menuntaskan pembayaran klaim asuransi perjalanan senilai lebih dari Rp100 juta, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang cepat, andal, dan solutif di tengah dinamika global.



KOMENTAR ANDA