Singapore Space Summit akan kembali diselenggarakan pada 25–26 Februari 2027 mendatang di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands. Didukung penuh oleh Badan Antariksa Nasional Singapura (NSAS), ajang bergengsi ini akan menghadirkan program konferensi serta pameran yang lebih luas untuk menampilkan berbagai teknologi dan inovasi masa depan dalam ekonomi antariksa global.
Penyelenggaraan edisi tahun 2027 ini dibangun di atas fondasi kesuksesan acara perdananya yang dihelat pada Februari 2026 lalu. Berdasarkan catatan, konferensi perdana tersebut sukses menarik lebih dari 2.000 peserta, 300 perusahaan dan organisasi, serta lebih dari 60 pembicara internasional termasuk delegasi dari 20 badan antariksa nasional dan 43 negara.
Managing Director Experia Events, Leck Chet Lam, mengungkapkan antusiasmenya atas respons positif yang diterima pada tahun sebelumnya. Ia menyatakan bahwa pihak penyelenggara berkomitmen untuk memperluas partisipasi industri serta memperkenalkan inisiatif baru guna mendukung para pelaku rintisan (startup) dan inovasi di kawasan Asia-Pasifik.
Tahun ini, acara mengusung tema "Connecting the New Space Economy: Where Space, Connectivity and Economic Resilience Converge". Rangkaian acara akan diisi dengan pidato utama, diskusi panel, hingga sesi jejaring yang mengupas tuntas teknologi, kebijakan, serta kemitraan yang membentuk masa depan ekonomi antariksa global.
Berbagai topik krusial akan dibahas secara mendalam, mulai dari Panel Pimpinan Badan Antariksa (HOSA), keberlanjutan orbit, ekonomi antariksa komersial, hingga teknologi dual-use dan kedaulatan teknologi. Selain itu, topik mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kemジタル kembar (digital twins) perkotaan serta keamanan antariksa dan ketahanan siber juga akan menjadi sorotan utama.
Perusahaan dirgantara ST Engineering dipastikan kembali ambil bagian sebagai Mitra Pendiri (Founding Partner). General Manager ST Engineering Satellite Systems dan ST Engineering Geo-Insights, Goh Ing Nam, menyatakan kesiapan perusahaannya dalam memadukan keahlian teknik satelit dan geospasial untuk menghadirkan solusi praktis bagi tantangan dunia nyata.
Selain itu, keterlibatan industri lokal juga akan semakin ditingkatkan melalui Paviliun Singapura yang diperluas bekerja sama dengan Association of Aerospace Industries Singapore (AAIS). Chief Executive AAIS, Chew Hwee Yong, menilai platform ini sangat penting untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan lokal dengan pasar, teknologi, dan mitra global.
Untuk memperkuat platform inovasinya, ajang ini bermitra dengan perusahaan asal Prancis, Starburst, yang bergabung sebagai Mitra Inovasi (Innovation Partner). Starburst akan memimpin program khusus bagi perusahaan tahap Seed dan Series A guna menghubungkan startup teknologi mendalam (deep-tech) dengan para investor dan pemangku kepentingan regional.
Managing Director Starburst Singapore, Nicholas Hong, melihat posisi strategis Singapura sebagai jembatan yang menghubungkan para inovator dengan ekosistem antariksa regional dan global. Dengan dukungan tambahan dari Unseenlabs selaku Co-Sponsor, acara ini diyakini mampu mempercepat adopsi teknologi antariksa secara masif.
Singapore Space Summit 2027 diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi pemerintah, pemimpin industri, peneliti, investor, dan pengusaha untuk bertukar gagasan serta menempa kemitraan strategis. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal program, daftar pembicara, dan pendaftaran akan segera diumumkan oleh pihak penyelenggara dalam beberapa bulan mendatang.



KOMENTAR ANDA