post image
Ilustrasi: Disway
KOMENTAR

"Bukan. Itu nama marga," katanya. Marga di pulau Tanimbar.

Ayahnya kelahiran Tanimbar, sebuah pulau di Maluku Tenggara tapi sudah lebih dekat ke Dili. Loblobly adalah marga para raja di Tanimbar masa lalu.

"Arti Loblobly adalah bendera yang berkibar tinggi di puncak tiang bendera," katanya.

Ia sendiri lahir di Jakarta. Ibunya orang dari pulau Sabu nun di NTT –antara Sumba dan Timor, sudah lebih dekat ke Australia dari pada ke Jakarta.

"Pernah ke Tanimbar?"

"Belum pernah".

"Haha... Tidak apa-apa. Perusuh Disway juga belum ada yang ke sana. Saya yang pernah Tanimbar".

"Pernah ke kampung ibunda di Sabu?"

"Pernah. Waktu masih kecil. Sudah lupa. Jauh sekali".

Loblobly punya darah aktivis. Ayahnya tergolong aktivis Angkatan 66 dari unsur Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Saat itu sang ayah kuliah di Institut Theologi –kemudian menjadi pendeta.

Selama kuliah di Perbanas Jakarta, Loblobly juga jadi aktivis tapi yang intra kampus. Lalu bekerja di perusahaan kontraktor sebelum akhirnya jadi aktivis antikorupsi.

"Saya akan kawal terus penanganan kasus ini," ujar Loblobly. "Saya kan juga sudah mendengar Febrie akan melakukan perlawanan," tambahnya.

Loblobly tidak pernah takut. Ia sudah sering diancam di soal laporan korupsi yang lain.

Saya yang justru takut: jangan-jangan telepon saya berdering. Tapi aman. Telepon saya selalu silent mode.


Orang Kuat

Sebelumnya

Jeruk Keprok

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway