Board of Peace menyambut bergabungnya Maroko dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza sebagai langkah strategis untuk memperkuat misi perdamaian, keamanan, dan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan yang diterima redaksi, Jumat, 17 Juli 2026, Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko Nasser Bourita disebut telah menandatangani perjanjian partisipasi dalam ISF sejak Rabu, 15 Juli 2026.
Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Menteri Delegasi yang membidangi Administrasi Pertahanan Nasional Abdeltif Loudyi, Perwakilan Tinggi Board of Peace Nickolay Mladenov, serta pejabat tinggi Board of Peace lainnya.
Pemerintah Maroko menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam ISF merupakan wujud komitmen terhadap perdamaian global.
"Partisipasi Kerajaan Arab Saudi dalam ISF mencerminkan komitmen mendalam terhadap nilai-nilai perdamaian, kerja sama, dan solidaritas internasional, serta akan berkontribusi pada pencapaian dan terwujudnya perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah," demikian pernyataan Administrasi Pertahanan Nasional Maroko.
Maroko juga menyoroti rekam jejaknya dalam berbagai operasi penjaga perdamaian di bawah PBB serta berbagai inisiatif Kerajaan yang selama ini berfokus pada penguatan stabilitas regional melalui integrasi, keamanan, dan pembangunan sosial.
Di sisi lain, jajaran pimpinan Board of Peace dan Komandan ISF menyampaikan apresiasi atas kontribusi konkret Maroko dalam misi tersebut.
Kontribusi itu mencakup pengiriman perwira tinggi Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko ke Komando Gabungan ISF, personel Royal Gendarmerie dan Direktorat Jenderal Keamanan Nasional (DGSN), serta pembangunan rumah sakit militer lapangan untuk mendukung operasi kemanusiaan di Gaza.




KOMENTAR ANDA