post image
Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia Maroko Dr. Teguh Santosa dan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini
KOMENTAR

Peristiwa ini membawa pesan yang jelas bagi generasi mendatang: tanggung jawab publik harus terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, kelayakan, dan tekad untuk melayani bangsa. Proses yang telah ditempuh Maroko selama beberapa tahun terakhir secara bertahap telah memungkinkan perempuan untuk mencapai posisi-posisi penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, pengangkatan Ibu Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai Kepala Pemerintahan harus dipahami sebagai kelanjutan dari proses panjang yang telah berjalan, dan bukan sebagai pengecualian yang berdiri sendiri.

Kekuatan dari momen ini justru terletak pada kemungkinan bahwa apa yang hari ini merupakan preseden bersejarah, esok hari dapat menjadi fitur yang normal dan lumrah dalam kehidupan institusional Kerajaan.

Pada intinya, hal ini sejalan dengan visi visioner Yang Mulia Raja Mohammed VI—semoga Allah menolong Beliau—yang didasarkan pada upaya mendampingi evolusi masyarakat, membuka jalan bagi talenta, mengembangkan institusi, sekaligus menjaga kesinambungan dan stabilitas Negara.


Dubes Kuba di Jakarta Kecam Kerusakan Akibat Blokade AS

Sebelumnya

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia