post image
KOMENTAR

Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk grounded atau mengandangkan seluruh armada helikopter Chinook selama beberapa waktu ke depan.

Itu dilakukan setelah munculnya kekhawatiran menganai kebakaran mesin di antara lebih dari 70 helikopter yang telah diperiksa.

Meski insiden itu tidak mengakibatkan cedera atau kematian, namun Komando Material Angkatan Darat AS memutuskan untuk mengandangkan armada tersebut demi kehati-hatian.

"Keselamatan tentara kami adalah prioritas utama Angkatan Darat, dan kami akan memastikan pesawat kami tetap aman dan layak terbang," kata jurubicara Angkatan Darat AS.

Dari laporan The Wall Street Journal pada Rabu (31/8), larangan terbang mulai berlaku sejak 24 jam terakhir. Sementara Angkatan Darat memiliki sekitar 400 helikopter dalam armadanya.

Dikandangkannya helikopter Chinook dapat menimbulkan tantangan logistik bagi tentara Amerika, tergantung pada berapa lama larangan berlangsung.

Chinook adalah helikopter angkat berat yang digunakan oleh pasukan reguler dan khusus Angkatan Darat, mengangkut lebih dari empat lusin tentara atau kargo.

Armada ini telah menjadi pokok bagi Angkatan Darat selama enam dekade. Chinook dibuat oleh perusahaan kedirgantaraan Boeing.


Teken MoU dengan PTDI, Sikorsky Jual Helikopter Black Hawk ke Indonesia

Sebelumnya

Dahana dan Polri Perkuat Alpalhankam

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga