post image
Foto: TheMediaOnline.Org
KOMENTAR

Serangan roket harian dan gangguan berkepanjangan mendorong beberapa warga Israel untuk meninggalkan negara mereka sementara waktu karena para pelancong menggambarkan bandara yang hampir kosong dan dibayangi oleh aktivitas militer.

Karena serangan rudal yang melibatkan amunisi kluster terus menghantam Israel hari demi hari, beberapa warga Israel memutuskan untuk meninggalkan negara itu sementara waktu untuk mencari keselamatan dan istirahat dari tekanan perang.

Di Bandara Internasional Ben-Gurion, para pelancong menggambarkan suasananya sebagai mencekam, hampir sepi, dan sangat meresahkan. Mark, seorang warga negara Israel yang terbang ke Jerman, mengatakan dia mulai mencari jalan keluar begitu dia merasa situasinya memburuk.

“Saya mengerti bahwa keadaan menuju ke arah yang buruk, jadi saya mulai mencari tahu apa yang harus dilakukan,” katanya dikutip dari TheMediaOnline.org. “Saya mencari jalan keluar dari situasi ini, dan saya menemukan penerbangan, jadi kami melanjutkan perjalanan.”

Daniel, seorang pelancong Israel lainnya, mengatakan dia terbang ke Yunani bersama anak-anaknya untuk bersatu kembali dengan istrinya, yang telah terdampar di luar negeri selama tiga minggu. Ia mengatakan keluarganya membutuhkan kesempatan untuk beristirahat setelah berhari-hari hidup di bawah kewaspadaan terus-menerus. “Kami memutuskan bahwa kami perlu bersantai dan tidur sebentar,” katanya.

Kedua pria itu menggambarkan dampak emosional dari tembakan rudal setiap hari dan pemandangan yang tidak biasa di bandara. Mark mengatakan bahaya tersebut diimbangi oleh rasa gelisah yang terus-menerus, terutama ketika sirene berbunyi di tempat umum. Ia ingat melihat orang-orang panik dan berlari, terkadang saling bertabrakan dalam kekacauan.

Daniel mengatakan bandara tersebut tidak lagi terasa seperti pusat transportasi sipil. “Bandara itu lebih mirip pangkalan militer daripada bandara sipil,” katanya. “Ini cukup mengejutkan, menyedihkan, dan juga menakutkan.”

Mark mengatakan ia belum pernah melihat Bandara Ben-Gurion dalam kondisi seperti itu. “Ini benar-benar tidak normal,” katanya, mencatat kelangkaan penerbangan reguler dan kehadiran pesawat militer yang terlihat.

Terlepas dari kesulitan tersebut, Daniel mengatakan ia mendukung upaya militer yang lebih luas, dengan alasan bahwa warga Israel menanggung gangguan tersebut dengan harapan mencapai perubahan regional yang lebih langgeng. Dengan roket yang masih berjatuhan setiap hari dan kehidupan normal yang praktis terhenti, ia mengatakan banyak warga Israel memahami bahwa situasi ini mungkin akan berlanjut selama berminggu-minggu.


Rakyat Israel Mulai Marah di Bandara Ben Gurion

Sebelumnya

Citilink Ambil Alih Layanan Garuda di Halim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Airport