post image
Pelabuhan Fujairah di UEA, yang merupakan lokasi terminal ekspor minyak utama, dihantam serangan drone pada hari Sabtu, 14 Maret 2026./BBC
KOMENTAR

Kelompok perlawanan Palestina di Gaza, Hamas, meminta Iran menghentkan serangan yang diarahkan ke negara-negara Teluk. Permintaan Hamas ini terasa tak biasa dan janggal, mengingat Hamas memiliki hubungan baik dengan Iran. 

BBC melaporkan, Hamas mendesak “saudara-saudaranya di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga”, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua negara di kawasan itu harus bekerja sama untuk menjaga ikatan persaudaraan.

Pada saat yang sama, Hamas menegaskan hak Teheran untuk membela diri terhadap serangan AS dan Israel yang terus menyerang Iran.

Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa serangan balasan mereka sendiri menargetkan "instalasi Amerika" di wilayah Teluk, bukan negara-negara tetangga itu sendiri - tetapi banyak serangan telah mengenai infrastruktur sipil.

Hamas mengatakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, bahwa mereka telah mengikuti perang di kawasan itu dengan "keprihatinan yang mendalam".

Mereka menyerukan kepada “semua negara dan organisasi internasional untuk bekerja sama menghentikan (perang) segera”.

Iran belum memberikan komentar publik atas pernyataan Hamas.

Serangan balasan drone dan rudal Teheran telah dirasakan oleh banyak negara tetangganya di Teluk selama dua minggu terakhir.

Setidaknya 18 orang telah tewas di seluruh wilayah tersebut sejauh ini, sebagian besar adalah personel keamanan atau pekerja asing.

Enam orang tewas di Uni Emirat Arab (UEA) dan enam lainnya di Kuwait, sementara Oman, Arab Saudi, dan Bahrain masing-masing melaporkan dua kematian.

Iran adalah pendukung terbesar Hamas dalam hal pendanaan, senjata, dan dukungan politik.

Kelompok Palestina tersebut sebelumnya mengutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari pertama perang pada 28 Februari sebagai "kejahatan keji".

Hamas adalah anggota “poros perlawanan” Iran - sebuah koalisi longgar yang bertujuan untuk memerangi pengaruh AS dan Israel.

Turki dan Qatar yang baru-baru ini menjadi sasaran serangan Iran juga memberikan dukungan finansial dan politik yang signifikan kepada Hamas.

Kelompok tersebut melancarkan perang dahsyat melawan Israel di Jalur Gaza selama lebih dari dua tahun.

Gencatan senjata yang diberlakukan AS mulai berlaku Oktober lalu dan negosiasi terus berlanjut mengenai fase-fase selanjutnya dari kesepakatan tersebut.

Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran perjanjian gencatan senjata hampir setiap hari.

Kementerian kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan 649 orang telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.


Kantor Partai Komunis Kuba Mulai Dibakar Massa

Sebelumnya

Board of Peace: Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia