post image
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso
KOMENTAR

TNI diminta untuk menindaklanjuti penangkapan empat personel TNI yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Pengusutan jangan hanya berhenti pada keempat pelaku itu. Selain itu, pengusutan juga harus membongkar motif serta aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Demikian antara lain disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, Rabu, 18 Maret 2026. 

Sugiat yang biasa disapa Bang SS awalnya mengaku menyayangkan adanya keterlibatan aparat dalam tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Menurutnya, publik perlu tahu apakah aksi ini merupakan inisiatif pribadi atau ada perintah dari pihak tertentu.

"Kami mengapresiasi langkah cepat penahanan pelaku, namun proses hukum tidak boleh berhenti di situ. TNI harus transparan mengungkap apa motif sebenarnya dan siapa dalang atau 'orang kuat' di balik aksi keji ini," ujar Sugiat dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Mengingat kasus ini melibatkan aktivis kemanusiaan dan oknum aparat, Sugiat mendorong sinergitas antara lembaga negara untuk memastikan keadilan bagi korban. Ia meminta tiga instansi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk turun tangan mengawal kasus ini hingga ke meja hijau

"Saya mendorong Komnas HAM, LPSK, dan Kementerian HAM untuk berkolaborasi secara intensif. Kawal kasus ini sampai tuntas," tegas politisi dari fraksi Gerindra tersebut.

"Jangan biarkan ada ruang bagi impunitas di negeri ini," imbuh Sugiat.

Sugiat memastikan Komisi XIII akan turut serta mengawal perjalanan kasus ini hingga selesai.

"Kami akan mengawal kasus ini. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme, apalagi jika melibatkan oknum berseragam. Kolaborasi antar-lembaga ini penting agar penanganan kasus menjadi terang benderang dan menjadi peringatan keras bagi siapapun agar tidak melakukan tindakan serupa," jelasnya.


Efisiensi Sebagai Ujian Kepemimpinan Presiden Prabowo

Sebelumnya

Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional