Serangan rudal yang dilancarkan Israel-AS telah menewaskan begitu banyak pemimpin Republik Islam Iran. Serangan pertama yang dilakukan pada tanggal 28 Februari 2026 menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, istrinya, menantunya, dan cucunya. Putra keduanya, Mojtaba Khamenei juga terluka dalam serangan itu.
Baru-baru ini, tiga pejabat tinggi Iran yang tewas dalam serangan Israel-AS. Ketiganya adalah Ali Larijani yang merupakan pejabat keamanan tinggi, mantan ketua parlemen, dan ajudan utama Pemimpin Tertinggi dan Gholamreza Soleimani yang merupakan Komandan pasukan paramiliter Basij. Tokoh Iran terakhir yang tewas sejauh ini adalah Esmail Khatib, Menteri Intelijen.
Para Pemimpin dan Pejabat Utama Iran yang Tewas (Maret 2026)
Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran.
Ali Larijani: Pejabat keamanan tinggi, mantan ketua parlemen, dan ajudan utama Pemimpin Tertinggi.
Esmail Khatib: Menteri Intelijen.
Gholamreza Soleimani: Komandan pasukan paramiliter Basij.
Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan.
Mohammad Pakpour: Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Abdolrahim Mousavi: Panglima Tertinggi Angkatan Darat.
Ali Shamkhani: Sekretaris Dewan Pertahanan Tertinggi.
Mohammad Shirazi: Kepala kantor militer Pemimpin Tertinggi.
Saleh Asadi: Kepala Intelijen, Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya.
Reza Mozaffari-Nia: Mantan kepala Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (SPND).
Hossein Jabal Amelian: Kepala Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (SPND).
Brigjen Bahram Hosseini Motlagh: Kepala Perencanaan Operasi, Staf Umum.
Mayjen Amir Ali Haji Zad: Komandan pasukan ruang udara IRGC.
Mengapa banyak pemimpin Iran yang tewas?
Menurut Ismail Amin, WNI yang menetap puluhan tahun di Iran, hal itu membutkikan bahwa mereka tidak bersembunyi, bahkan tetap menjalankan aktivitas kenegaraan sebagaimana biasa.
“Kedua, kematian mereka langsung diumumkan resmi, tidak disembunyikan apalagi ditutup-tutupi. Ketiga, mereka memang tidak takut dengan kematian dan melihat kematian di tangan musuh adalah anugerah besar dari Allah SWT,” tulisnya di akun Facebook.
Ismail juga menjelaskan bahwa transisi kepemimpinan Iran berjalan cepat dan tersedia. Artinya, banyak stok pemimpin yang tidak kalah kualitasnya dengan pemimpin sebelumnya yang tewas.
“Kita (Indonesia) sajadulu juga punya semboyan: mati satu tumbuh seribu. Dan di Iran itu bukan hanya sekedar slogan,” ujarnya.
Lantas mengapa di Israel yang terjadi adalah sebaliknya?
Menurut Ismail itu terjadi karena pemimpin Israel banyak yang bersembunyi. Selain itu, Israel juga tidak transparan terkait korban jiwa. …
“Nasib Netanyahu saja sampai sekarang masih misterius dan ditutup-tutupi,” katanya.
Adapun untuk Ayatullah Sayid Mujtaba Khamenei, sambungnya, telah diumumkan dia sedangdalam proses pemulihan akibat dari luka yang dideritanya.
“Ya tentu saja, prosesnya dilakukan di tempat yang aman,” demikian Ismail Amin.


KOMENTAR ANDA