Bayangkan negara yang selalu dicitrakan rasional ilmiah malah alasan bertindaknya adalah dugaan tanpa ada fakta empirisnya.
Oleh: Ismail Amin, WNI tinggal di Iran
SAYA jelaskan singkat padat dan to the point.
Pertama, Iran itu anti Zionisme dan anti Amerika Serikat. Dengan target rezim Zionis itu dihapus dari peta dunia. Ideologi inilah yang sangat mengusik Amerika. Israel itu proxy Amerika di Asia Barat. Amerika pasti akan mati-matian menjaga eksistensi proxinya. Karena itu Amerika memusuhi Iran yang anti Zionis ini.
Dua, Iran itu pemerintahan ulama, dengan doktrin wilayatul fakih, bahwa yang harus jadi Supreme Leader adalah ulama fakih. Sehingga dengan sistem ini tidak ada celah bagi Amerika untuk memasang orangnya menduduki puncak kekuasaan di Iran.
Karena itu Amerika ngotot menyerang sistem wilayatul fakih ini dengan menyebut sistem ini tirani, otoriter, tidak demokratis dan irasional. Ulama selalu digambarkan tidak layak mengurusi politik dan akan selalu gagal untuk menjadi pemimpin. Yang selalu ditawarkan adalah sistem sekuler, pemisahan antara agama dengan politik.
Politik islam selalu dicitrakan pasti akan menindas dan tidak bisa dikritik sebab kritikan selalu akan disikapi sebagai musuh agama dan musuh tuhan. Padahal sistem yang diterapkan di Iran itu mensinergikan teokrasi dengan demokrasi. Pemilu ada di Iran, dan rakyat memiliki keterlibatan penuh dalam kontestasi politik.
Amerika mau yang berlaku adalah demokrasi ala mereka, yang bisa menempatkan siapapun yang menjadi penguasa, bukan dari kapabilitasnya tapi dari isi tasnya. Dengan uangnya amerika merasa bisa mengontrol siapapun, nah di iran tidak demikian.
Ketidakmampuan amerika mendikte dan menundukkan iran inilah yang membuat Amerika sangat berambisi menundukkan Iran secara militer dan secara radikal melakukan perubahan rezim di Iran.
Tiga, Iran memiliki kemampuan membuat senjata nuklir. Kemampuan inilah yang membuat Amerika tidak pernah tenang. Meski Iran telah begitu sangat kooperatif mengenai proyek pengembangan nuklirnya, Amerika tetap curiga. Tidak ada negara lain yang begitu terbuka diaudit dan diinspeksi proyek nuklirnya seperti Iran. Iran menandatangani NPT, bahkan badan energi atom internasional itu punya kantor di Iran yang secara rutin melakukan pengawasan.
Ketakutan Amerika inilah yang membuatnya merasa perlu menyerang fasilitas nuklir Iran. Tapi tetap saja tidak maksimal.
Seingga sekali lagi Amerika menebar ancaman akan menginvasi kembali meski masih dugaan, bayangkan negara yang selalu dicitrakan rasional ilmiah malah alasan bertindaknya adalah dugaan tanpa ada fakta empirisnya.
Jadi alasan Amerika bukan karena Islam, toh negara-negara Teluk juga Islam, tapi bisa bersekutu dengan Amerika. Juga bukan karena syiah, sebab Azerbaijan yang juga 90% Syiah tetap tidak dimusuhi karena mau normalisasi dengan Israel.
Alasan terbesarnya adalah, Iran adalah keduanya, Iran adalah Islam Syiah. Islam yang tidak setengah-setengah.
Ini saja dulu.


KOMENTAR ANDA