post image
Ilustrasi Tango
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

SEMENTARA Gang Nang bukan cuma meredup namun sudah tenggelam ditelan zaman, di Indonesia masa kini lambat namun pasti dansa dan musik Tango laris-manis memperoleh para penggemarnya tersendiri. 

De facto Ludwig van Beethoven tidak pernah memberi nama karya-karya “Sonata” untuk pianoforte semisal “Moonlight”, “Pathetique”, “Storm”, “Appasionata”, “Waldstein” atau “Hammerklavier”. Chopin dan Liszt juga jarang memberi julukan untuk karya-karya mereka. 

Maka dapat dipertanyakan apakah judul Tango in D diberikan oleh penggubahnya sendiri yaitu Isaac Albeniz. Mahakarya supra popular itu kurang sesuai kenyataan irama yang digunakan Albeniz bukan Tango dari Argentina namun Habanera dari Kuba. Di sisi lain, di dalam mahakarya opera Carmen, eksplisit Albeniz menyebut bukan Tango namun tegas Habanera.

Banyak musikolog  yakin bahwa Isaac Albeniz sedang terpengaruh Tango yang mulai popular di Argentina maka menyebut bukan “Habanera in D” tetapi “Tango in D”. Terbuka juga kemungkinan bahwa judul “Tango in D” diberikan bukan oleh Albeniz sendiri tetapi orang lain. Layak diduga bahwa Isaac Albeniz senasib dengan mahagurunya yaitu Franz Liszt dalam hal banyak karyanya diberi judul oleh bukan diri sendiri namun orang lain.

Memang de facto Tango sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda Argentina. Namun di sisi lain para musikolog saling silang pendapat bahwa Tango bukan berasal dari Argentina namun Spanyol atau bahkan juga Kuba dengan pengaruh musik Afrika yang dibawa orang Afrika ke Kuba pada masa kolonialisme Spanyol. Para penari Tango dari Rusia tersohor karena berhasil memasukkan unsur Flamenco dengan hentakan maskulin serta kibasan gaun feminine ke dalam Tango.

Pada hakikatnya sudah disepakati bahwa Samba berasal dari Brazil atau Cumbia berasal dari Kolumbia namun masih diperdebatkan tentang Rumba berasal dari  mana. Cukup banyak musikolog yang menganggap Rumba seperti Tango berasal dari Kuba, diciptakan oleh populasi Afrika yang diperbudak yang menggabungkan ritme Afrika dengan musik rakyat Spanyol, menjadi tarian dan musik Latin yang khas dengan gerakan sensual, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai gaya seperti Rumba Ballroom dan Rumba Kongo (Congolese Rumba) yang populer di Afrika, serta memiliki alat musik sejenis di Maluku, Indonesia. Gegara La Paloma nikmat diirama-Tangokan maka ada yang bilang Tango berasal dari Italia.

Di tengah suasana ketidak-sepakatan, para arkeomusikolog sepakat dalam dugaan bahwa setiap jenis musik di planet bumi pada hakikatnya merupakan sintesa serta sinergi berbagai jenis musik yang saling melengkapi. Mirip hipotesa subyektif saya bahwa titinada pentatonik 13467 musik Sunda seperti yang digunakan pada lagu “Es Lilin” mirip titinada 13467 musik Jepang yang digunakan pada lagu Sakura. S

aya pribadi juga menggunakan saptanada Arab pada “Rapdosia Lir Ilir”, pancanada 13457 pada “Tembang Alit” serta pancanada 13467 pada “Fragmen” yang kini sudah  dipergelar di Istana Bogor, Sydney Opera House dan Carnegie Hall oleh para pianis Russia, Georgia, China, Jepang, Jerman, Lithuania, Amerika Serikat dan tentu saja Indonesia.

MERDEKA!


Misteri Siklus Cicada 17 Tahun

Sebelumnya

Multi Manfaat Drone

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana