Ayatollah Hajj Seyyed Mojtaba Khamenei secara resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS tanggal 28 Februari 2026 lalu.
Pemilihan Mojtaba dilakukan pada Minggu malam, 8 Maret 2026.
“Dengan menggunakan kewenangan Pasal 108 Konstitusi, sesuai dengan kewajiban agama dan keyakinan berada di sisi Allah Yang Maha Esa, dalam sidang luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei (semoga Allah melindunginya) diangkat dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara yang menentukan dari para perwakilan terhormat Majelis Ahli,” tulis Majelis Ahli dalam keterangan resmi yang dilaporkan Kantor BeritaTasnim.
“Dengan mengucapkan terima kasih kepada para anggota Dewan Sementara Pasal 111 Konstitusi, beliau mengajak seluruh bangsa Iran yang mulia, khususnya para elit dan intelektual seminari dan universitas, untuk berjanji setia kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan di sekitar poros penjagaan, serta memohon rahmat dan karunia Allah Yang Maha Kuasa yang berkelanjutan atas negara ini dan rakyatnya yang agung dari Hadirat Ilahi-Nya,” demikian Majelis Ahli.
Mojtaba yang lahir Mashhad, 8 September 1969 adalah putra kedua Ali Khamenei. Dia menikah dengan Zahra Haddad-Adel pada tahun 2004. Pasangan ini dikaruniai tiga anak, Mohamed Amin, Fatemeh Sadaat, dan Mohamed Bagher.
Istri dan salah seorang putranya, bersama dengan kedua orang tuanya, Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, tewas dalam serangan yang dilakukan AS tanggal 28 Maret 2026.
Mojtaba Khamenei bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam sekitar tahun 1987 setelah menyelesaikan sekolah menengah pada usia 17 tahun. Ia merupakan bagian dari Batalyon Habib bin Muzahir, dan ikut serta dalam beberapa operasi, termasuk Operasi Beit ol-Moqaddas 2, Operasi Dawn 10, dan Operasi Mersad.
Pada tahun 1999, Khamenei melanjutkan studinya di Qom untuk menjadi seorang ulama. Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi, Ayatollah Lotfollah Safi Golpaygani dan Mohammad Bagher Kharazi adalah gurunya selama masa pendidikan.
Mojtaba juga memiliki hubungan yang erat dengan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dan memainkan peran signifikan di balik kemenangan Ahmadinejad dalam Pilpres 2005 dan 2009.


KOMENTAR ANDA