Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela mulai melancarkan kampanye internasional untuk menggalang dukungan dan solidaritas pada Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Maduro dan Flores ditangkap pemerintah AS dalam satu operasi besar tanggal 3 Januari 2026 lalu. Keduanya dituduh berada di balik kartel dan narko-terorisme yang membanjiri Amerika dengan narkotika.
Pemerintah Venezuela menuding aksi sepihak AS itu sebagai penculikan dan membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada Maduro dan Flores sebagai alasan yang dibuat-buat.
Maduro dan Flores kini berada dalam tahanan federal AS di Brooklyn, New York.
"Kami mengundang semua pihak dari berbagai kalangan yang bersimpati pada kami dan mengecam serangan AS yang melanggar kedaulatan negara kami dan melanggar hukum internasional," ujar Duta Besar Venezuela di Jakarta, Enrique Antonio di Kedutaan Venezuela di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.
"Surat-surat dukungan dapat dikirimkan kepada kami, dan akan kami kumpulkan untuk dipublikasikan kepada masyarakat Internasional agar mereka menyadari bahwa tindakan mereka dikecam masyarakat internasional," ujarnya sambil menambahkan bahwa mereka juga akan mengirimkan surat-surat dukungan kepada Maduro dan Flores.


KOMENTAR ANDA