Kabar kematian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan di dunia. Dia sempat menghilang beberapa hari, batal bertemuy utusan khusus dan menantu Donald Trump. Netanyahu juga tidak terlihat dalam rapat sejumlah menteri.
Penampilannya dalam sebuah video dengan latar belakang tirai biru dan dua bendera Israel dicuriga banyak kalangan sebagai produksi akal imitasi. Belakangan, kemunculannya di sebuah kafe untuk menjawab kabar kematiannya juga masih dicurigai sebagai rekayasa.
Terlepas dari itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Tasnim membenarkan bahwa sayap militer Iran ini menjadikan Netanyahu dan seluruh keluarganya sebagai target.
Jika Netanyahu yang mereka sebut sebagai “pembunuh anak” itu masih hidup, IGRC akan dengan gigih melanjutkan pengejaran dan mengeliminasinya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa, untuk membalas darah para pekerja Iran yang gugur di kompleks industri di seluruh negeri akibat serangan AS dan Israel, IRGC melakukan operasi gabungan terhadap para penjahat teroris Amerika-Zionis di posisi-posisi di wilayah pendudukan dan tiga pangkalan Amerika di wilayah tersebut selama gelombang ke-52 Operasi Janji Sejati 4, menghancurkan target mereka dengan kekuatan dan intensitas.
Suara sirene ambulans yang terus menerus dan pengakuan dari lembaga-lembaga Zionis tentang meningkatnya jumlah korban jiwa dan luka-luka setelah operasi efektif oleh Iran mengungkapkan kedalaman kerusakan yang ditimbulkan oleh rudal berat IRGC pada sektor-sektor industri di Tel Aviv, tambahnya.
Pernyataan tersebut akhirnya melaporkan bahwa sektor-sektor industri dan pusat-pusat tempat pasukan Amerika berkumpul di pangkalan udara al-Harir di Erbil, serta di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Kamp Arifjan, juga dihancurkan oleh rudal dan drone Iran yang kuat.
AS dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.


KOMENTAR ANDA