post image
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (NCTC) Joe Kent
KOMENTAR

Seorang pejabat tinggi AS mengundurkan diri. Joe Kent, nama pejabat itu, mengatakan serangan yang dilakukan AS ke Iran tidak memiliki alasan yang tepat. Iran sama sekali tidak mengancam AS, katanya.

Joe Kent adalah Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (NCTC). Lembaga ini merupakan lembaga utama di bawah Komunitas Intelijen (IC) yang menganalisis, mengintegrasikan, dan merencanakan operasi kontraterorisme asing serta domestik. Didirikan pada tahun 2004, kantor pusat NCTC berada di McLean, Virginia. Lembaga ini berkoordinasi dengan badan seperti CIA dan FBI untuk mengawasi ancaman terorisme. 

Joe Kent mengundurkan diri dari pada hari Selasa, 17 Maret 2026. 

Di dalam surat pengunduran diri yang ditujukan untuk Presiden AS Donald Trump, Kent menyampaikan penilaiannya mengenai perang yang tengah terjadi antara AS dan Israel melawan Iran. Menurutnya, ini adalah jebakan yang mengorbankan nyawa prajurit serta merampas kekayaan negara tersebut.

Kata Kent lagi, pemerintahan Trump menyerang Iran karena tekanan kelompok lobi Israel di AS. Dus, perang ini tidak sesuai dengan kebijakan luar negeri Trump yang menghindarkan AS dari “perang tanpa akhir.”

“Saya dengan kesadaran penuh tidak bisa mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” kata Joe Kent dalam surat pengunduran diri yang juga diunggah di media sosial X.

“Iran tidak menghadirkan ancaman nyata bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi meeka yang kuat di Amerika,” sambungnya. 

Joe Kent pun menyebut pemerintah Israel bekerja sama dengan tokoh-tokoh media AS memulai kampanye misinformasi untuk menyebearkan sentimen untuk memerangi Iran.

Veteran AS itu menilai kampanye misinformasi Israel ini mirip dengan taktik propaganda yang menjerumuskan AS hingga memutuskan untuk menginvasi Irak pada 2003.

Joe Kent menyerukan agar Donald Trump membatalkan keputusannya memerangi Iran. Menurutnya, Trump bisa memilih untuk balik badan atau membiarkan AS terjerumus dalam “kemunduran dan kekacauan.”

“Sebagai seorang veteran yang diterjunkan ke medan tempur 11 kali dan seorang suami dengan (penghargaan) Gold Star, yang kehilangan istri tercinta saya, Shannon, dalam perang yang diciptakan Israel, saya tidak bisa mendukung pengiriman generasi muda untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak menguntungkan Amerika,” demikian Joe Kent.

 


Iran Benarkan Kematian Ali Larijani, Tangan Kanan Mojtaba Khamenei

Sebelumnya

Israel Klaim Tewaskan Tokoh Kunci Iran, Ali Larijani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Dunia