post image
Foto: TheAviationist
KOMENTAR

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS telah melancarkan serangan kinetik terhadap kapal tanker minyak berbendera Iran, M/T Hasna, di Teluk Oman pada Rabu, 6 Mei 2026.

Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam operasi blokade laut AS terhadap Iran, sekaligus menjadi penggunaan kekuatan udara pertama yang diketahui untuk melumpuhkan kapal secara langsung sejak blokade diberlakukan pada April lalu.

Menurut pernyataan resmi CENTCOM, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09:00 waktu Timur (14:00 UTC). Berikut adalah detail operasional yang dirilis CENTCOM:

  • Target: M/T Hasna, sebuah kapal tanker raksasa sepanjang 333 meter.
  • Aktor: Jet tempur F/A-18 Super Hornet yang beroperasi dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72).
  • Tindakan: Pesawat menembakkan meriam M61 Vulcan ke arah kemudi (rudder) kapal.
  • Hasil: Kemudi kapal rusak berat, melumpuhkan kemampuan navigasi tanker tersebut dan menghentikan perjalanannya menuju pelabuhan Iran.

Pihak militer AS menegaskan bahwa serangan dilakukan setelah kapal tersebut mengabaikan serangkaian peringatan untuk berputar balik.

CENTCOM menjelaskan bahwa M/T Hasna dalam kondisi kosong (unladen) saat dicegat. Status kapal yang tidak membawa muatan minyak menjadi faktor kunci dalam penilaian risiko sebelum otoritas militer menyetujui penggunaan senjata kinetik, guna menghindari bencana tumpahan minyak di perairan internasional.

Meskipun blokade laut telah diperketat sejak 13 April 2026, AS bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran secara teknis masih berlaku.

Presiden Donald Trump baru-baru ini mengumumkan 'Project Freedom', sebuah inisiatif yang diklaim sebagai "payung pertahanan" untuk melindungi pelayaran komersial di titik kritis Selat Hormuz.

Pekan ini juga diwarnai dengan penghancuran enam kapal cepat Iran oleh helikopter Apache dan Seahawk AS setelah adanya ancaman terhadap kapal komersial.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa meskipun ada peningkatan tindakan ofensif, AS tetap berkomitmen pada stabilitas kawasan di bawah kerangka gencatan senjata yang ada.

Hingga saat ini, AS mengklaim telah berhasil mencegat sejumlah kapal yang mencoba menembus blokade, sementara banyak kapal lainnya terpaksa membatalkan perjalanan menuju Iran. Namun, kasus M/T Hasna menjadi sorotan dunia karena penggunaan jet tempur secara langsung dalam peran penegakan blokade tersebut.

Kondisi kapal M/T Hasna saat ini dilaporkan terombang-ambing di Teluk Oman tanpa kemampuan kemudi, sementara armada AS terus memantau situasi di lokasi.


Pasar Global Menguat dan Harga Minyak Melandai di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Sebelumnya

Babak Baru: Iran Resmi Tinjau Proposal 14 Poin Amerika Serikat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia