post image
Ilustrasi Bandara Internasional Ben Gurion Tel Aviv, Israel.
KOMENTAR

Kementerian Transportasi Israel memperketat pembatasan kuota penumpang pada penerbangan keluar setelah tiga jet pribadi yang diparkir di Bandara Ben Gurion rusak akibat serangan Iran.

Bila sebelumnya Kementerian mengizinkan jumlah penumpang antara 260-270 orang untuk pesawat berbadan lebar, kini jumlahnya dikurangi menjadi 130 orang. Pembatasan baru ini akan berlaku mulai tengah malam dan berlangsung hingga Sabtu malam, menurut Channel 12.

Untuk penerbangan keberangkatan dengan pesawat berbadan sempit, batas saat ini yaitu 120 penumpang per penerbangan tetap tidak berubah.

Wilayah udara Israel telah ditutup untuk sebagian besar lalu lintas komersial sejak 28 Februari setelah serangan AS-Israel terhadap Iran.

Awal bulan ini, Bandara Ben Gurion secara bertahap dibuka kembali untuk penerbangan masuk dan keluar terbatas yang dioperasikan hanya oleh maskapai penerbangan Israel El Al, Arkia, Israir, dan Air Haifa, untuk memulangkan warga Israel yang terjebak di luar negeri dan membantu para pelancong di dalam negeri untuk meninggalkan negara tersebut.

Sebagai tanggapan atas perubahan tersebut, maskapai penerbangan utama Israel, El Al, mengumumkan bahwa setengah dari penumpang yang terdaftar untuk penerbangan ke AS diperkirakan akan menerima pemberitahuan pembatalan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan menyarankan agar pelanggan yang ingin berangkat sesegera mungkin mencari alternatif lain untuk meninggalkan negara tersebut,” kata El Al.

Sementara itu tiga pesawat pribadi yang diparkir di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv mengalami kerusakan “parah” setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, kata Otoritas Bandara Israel pada hari Rabu, 18 Maret 2026.

Otoritas tersebut mengatakan kerusakan terjadi selama beberapa hari terakhir. Mereka tidak memberikan detail tentang pemilik pesawat tersebut.

Sejak serangan udara yang dipimpin AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, yang memicu tembakan rudal ke Israel dari Iran, penerbangan komersial telah dihentikan di gerbang udara utama negara itu. Namun, maskapai penerbangan Israel telah mengoperasikan penerbangan untuk memulangkan warga negara yang terjebak di luar negeri.

Terdapat juga penerbangan keluar yang terbatas, dengan Ben Gurion juga digunakan oleh militer Israel dan AS.
Separuh dari rudal Iran yang memasuki wilayah udara Israel dikatakan sebagai amunisi tandan, yang terbuka di udara dan menyebar hingga beberapa ratus "bomblet" di area yang luas.


Serangan Rudal Iran Mengubah Ben-Gurion Menjadi Terminal Perang

Sebelumnya

Rakyat Israel Mulai Marah di Bandara Ben Gurion

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Airport