post image
Foto: Simple Flying
KOMENTAR

Penerbangan Air Canada lintas Atlantik pada hari Rabu, 18 Maret 2026, mengalami kejadian dramatis setelah dicegat oleh jet tempur Kanada dan AS di koridor udara Atlantik Utara.

NORAD mengerahkan jet tempur CF-18 Kanada dan F-16 AS — serta pesawat tanker pengisian bahan bakar KC-135 — untuk mengawal Boeing 777 setelah diketahui bahwa seorang penumpang di dalamnya terbang menggunakan poin Aeroplan curian.

Pelanggaran keamanan tersebut ditemukan di tengah penerbangan ketika pemilik poin Aeroplan yang sebenarnya mencoba naik penerbangan Air Canada lainnya. Hal ini memicu respons besar, karena mereka tampaknya sudah melakukan perjalanan dengan penerbangan yang disebutkan sebelumnya dari Brussels ke Montreal.

Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Le Journal de Quebec, insiden yang tidak biasa ini terjadi pada hari Rabu ketika penerbangan Air Canada AC833 hampir mencapai akhir perjalanan tujuh jamnya dari Bandara Brussels (BRU) ke Bandara Internasional Montréal–Trudeau (YUL). 

Sekitar pukul 12:00 siang EDT, saat penerbangan tinggal satu jam lagi menuju Montreal, para penumpang terkejut melihat pesawat dikawal oleh dua jet tempur, satu CF-18 Hornet milik Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF), dan yang lainnya F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Tanggal: Rabu, 18 Maret 2026

Maskapai: Air Canada
Kode Penerbangan: AC833
Pesawat: Boeing 777-300ER
Keberangkatan: Bandara Brussels
Kedatangan: Bandara Internasional Montréal–Trudeau
Nasib: Dikawal oleh jet tempur NORAD dan mendarat dengan selamat di Montreal

Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) telah mengerahkan jet tempur setelah diketahui bahwa salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut bepergian dengan identitas palsu setelah menggunakan poin Aeroplan milik orang lain. Pemilik poin yang sebenarnya kemudian mencoba naik penerbangan Air Canada yang terpisah, yang tentu saja memicu peringatan keamanan.

Pesawat jet, yang didukung oleh pesawat tanker USAF KC-135, mengawal Boeing 777-300ER selama sisa penerbangan satu jam sebelum mendarat dengan selamat di Montreal. Simple Flying telah menghubungi Air Canada untuk informasi lebih lanjut tentang insiden ini dan akan memperbarui berita ini sesuai dengan informasi yang diperoleh.

Pesawat tersebut disambut oleh petugas penegak hukum, dan penumpang—yang dilaporkan sebagai pria berusia 27 tahun—ditangkap. Koper miliknya juga dikeluarkan dari pesawat sebagai paket mencurigakan sebelum diperiksa oleh pihak berwenang. Pria tersebut diinterogasi tetapi akhirnya dibebaskan dan saat ini tidak menghadapi tuntutan apa pun.

Seorang pria lain berusia 30-an, yang diyakini terkait dengan pencuri Aeroplan, juga ditangkap tetapi dibebaskan tak lama kemudian. Rupanya, pihak berwenang telah melakukan kesalahan, dan kedua individu tersebut tidak saling mengenal.

Air Canada Aeroplan adalah program frequent flyer maskapai yang memungkinkan anggota untuk mengumpulkan poin, yang nantinya dapat ditukarkan dengan penerbangan atau fasilitas lain, seperti peningkatan kelas kabin. Penjualan atau pertukaran poin dilarang keras, meskipun ada metode "pasar gelap" bagi anggota untuk menjual poin. Seperti yang Anda duga, maskapai penerbangan memandang transaksi semacam itu dengan negatif dan biasanya akan memblokir akun yang dicurigai melakukan hal tersebut.

Pengerahan jet tempur merupakan tindakan mahal yang hanya dilakukan untuk pelanggaran keamanan paling serius. Menurut angka Departemen Pertahanan (DoD), biaya per jam terbang F-16 dapat mencapai $25.000, sedangkan KC-135 biasanya berharga lebih dari $18.000 per jam terbang.

Dalam kasus ini, NORAD bertindak berdasarkan laporan tentang seorang pelancong yang terbang dengan identitas palsu dan tidak mengambil risiko, mengingat iklim geopolitik saat ini. Konflik yang sedang berlangsung dengan Iran telah membuat pihak berwenang siaga tinggi, terutama setelah rezim Iran menyatakan bersedia menargetkan kota-kota AS dengan serangan teror.

Jet tempur dikerahkan untuk mencegat pesawat sipil karena beberapa alasan. Pertama, mereka bertujuan untuk membangun garis pandang ke kokpit untuk memastikan pilot tetap memegang kendali pesawat. Jika pesawat telah kehilangan kontak dan tidak lagi berkomunikasi dengan pengontrol lalu lintas udara (ATC), pesawat tempur dapat berkomunikasi dengan pesawat tersebut menggunakan metode alternatif. 

Dalam skenario yang paling ekstrem, jet tempur diizinkan untuk menembak jatuh pesawat penumpang komersial jika dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.


Monster Udara dengan 32 Roda yang Hancur dalam Pertempuran Bandara

Sebelumnya

Inilah Lima Kursi Kelas Ekonomi Terbaik 2025 Versi Skytrax

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews