Militer Israel berhasil merebut situs strategis Kastil Beaufort di Lebanon selatan, sebuah langkah yang disebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai "perubahan krusial" dalam ofensifnya terhadap Hezbollah. Keberhasilan ini tercapai seiring pergerakan pasukan darat Israel yang merangsek semakin jauh ke dalam wilayah Lebanon, melewati Sungai Litani yang awalnya menjadi garis demarkasi operasi mereka. Bersamaan dengan manuver tersebut, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperluas perintah evakuasi berskala besar bagi warga sipil di wilayah selatan.
Pihak IDF menegaskan bahwa operasi militer ini melibatkan sejumlah besar personel darat dan terus diperluas ke area-area baru. Juru bicara militer memperingatkan warga bahwa siapa pun yang berada di dekat elemen, fasilitas, atau alat tempur Hezbollah tengah mempertaruhkan nyawa mereka. Perintah evakuasi terbaru ini menandai kali kedua dalam beberapa hari terakhir Israel menginstruksikan pengosongan total wilayah Lebanon selatan di bawah Sungai Zahrani, yang memicu kepanikan massal di kalangan penduduk setempat.
Merespons eskalasi ini, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyampaikan pidato televisi yang menuduh Israel menerapkan "kebijakan bumi hangus dan hukuman kolektif" terhadap warga sipil. Langkah militer Israel juga memicu gelombang kritik tajam dari komunitas internasional. Inggris, Prancis, dan Jerman secara terbuka mengecam tindakan tersebut, sementara Paris langsung mengajukan permohonan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas operasi militer yang sedang berlangsung.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, bersama sekutu Eropa lainnya mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan konflik. Melalui media sosial X, Cooper menegaskan bahwa eskalasi militer Israel telah menghancurkan ruang diplomasi, serta menuntut Hezbollah untuk menghentikan serangan dan melucuti senjatanya. Nada serupa disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan tidak ada alasan yang dapat membenarkan eskalasi masif ini, sementara Menlu Jerman Johann Wadephul memperingatkan risiko gelombang pengungsian baru yang parah.
Secara geopolitik, Kastil Beaufort yang berdiri kokoh di atas Lembah Litani memiliki nilai simbolis dan strategis yang luar biasa. Kastil berusia 900 tahun peninggalan Perang Salib ini pernah dikuasai Israel 44 years ago dalam Perang Lebanon Pertama, sebelum akhirnya ditinggalkan pada tahun 2000. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa penguasaan kembali benteng kuno ini adalah langkah vital untuk melindungi komunitas Israel di perbatasan, sekaligus menandai kembalinya Brigade Golani yang mengibarkan bendera Israel di puncak kastil.
Di sisi lain, Israel berdalih bahwa intensifikasi serangan ini merupakan respons langsung terhadap peningkatan serangan drone peledak dan rudal oleh Hezbollah. Kelompok yang didukung Iran tersebut terus membombardir pasukan Israel di Lebanon serta wilayah pemukiman di seberang perbatasan. Kontak senjata yang sengit ini membawa dampak destruktif; Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan belasan staf medis terluka akibat serangan udara di dekat sebuah rumah sakit di Tyre, sementara Israel mengonfirmasi kematian tambahan di kubu militernya.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara yang sempat diperpanjang kini telah hancur total akibat aksi saling tuduh atas pelanggaran komitmen. Di tengah kekacauan ini, putaran keempat negosiasi antara delegasi pemerintah Israel dan Lebanon dijadwalkan tetap berlangsung di Washington pekan ini. Perdana Menteri Salam menyebut diplomasi ini sebagai satu-satunya jalan keluar bagi Lebanon, meski Hezbollah tidak terlibat langsung dan militer resmi Lebanon hanya bisa menjadi penonton dalam konfrontasi ini.
Konflik bersenjata ini sendiri meletus sejak 2 Maret, dipicu oleh serangan roket Hezbollah ke Israel sebagai pembalasan atas serangan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejak kampanye udara dan invasi darat Israel dimulai, otoritas Lebanon mencatat lebih dari 3.300 orang telah tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal, sementara di pihak Israel dilaporkan terdapat 25 kematian dari kalangan militer.




KOMENTAR ANDA