post image
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem./Roya News
KOMENTAR

Hizbullah meminta Lebanon membatalkan pembicaraan damai dengan Israel yang dijadwalkan hari ini, Selasa, 14 April 2026. 

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan, pertemuan itu akan sia-sia saja.

“Kami menolak negosiasi dengan entitas Israel yang merebut kekuasaan. Negosiasi ini sia-sia,” ujar Qassem dalam pernyataannya yang disiarkan televisi setempat.

Duta besar Lebanon dan Israel untuk Amerika Serikat dijadwalkan bertemu pada hari Selasa di bawah naungan AS.

Qassem menekankan perlunya "kesepakatan dan konsensus Lebanon" sebelum memasuki negosiasi langsung dengan Israel, memperingatkan bahwa "tidak ada yang berhak membawa Lebanon ke jalan ini tanpa konsensus internal di antara komponen-komponennya, dan ini belum terjadi."

Otoritas Lebanon mengatakan pembicaraan tersebut terutama bertujuan untuk mencapai gencatan senjata dalam perang yang berlangsung sejak 2 Maret.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menetapkan dua syarat, yakni pelucutan senjata Hizbullah dan kesepakatan perdamaian yang nyata.

Perang meletus setelah Hizbullah meluncurkan roket ke arah Israel, sebagai tanggapan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Sejak saat itu, serangan Israel telah menewaskan 2.089 orang, menurut Kementerian Kesehatan.

Qassem juga mengatakan, “Keputusan kami adalah perlawanan: kami tidak akan tenang, kami tidak akan berhenti, dan kami tidak akan menyerah. Biarkan medan perang yang berbicara.”

Ia menambahkan, “Kami tidak akan menyerah” dan “kami akan tetap berada di medan perang hingga napas terakhir kami,” karena para pejuang Hizbullah terus bentrok dengan tentara Israel yang maju di daerah perbatasan di Lebanon selatan.


Kini Rusia Tawarkan Diri untuk Mediasi Damai Iran-AS

Sebelumnya

Kunjungan Prabowo ke Rusia di Tengah Perang Iran Vs Israel-AS

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia